Prabowo Sebut Elite Bodoh dan Maling, Ini Kata Gerindra

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPP Gerindra Nizar Zahro mengatakan, para elite politik maling yang dimaksud Prabowo Subianto adalah koruptor yang diciduk KPK.

“Soal elite bermental maling, lihat saja siapa yang sudah ditangkap KPK dan diputus bersalah, cek saja, banyak kok beritanya. Nggak usah menyebut orang, kita nggak usah kura-kura dalam perahu deh, pura-pura tidak tahu,” kata Nizar dalam keterangan pers, Selasa (3/4/2018).

Nizar menuturkan, orang-orang yang telah diputus bersalah, baik korupsi di daerah maupun pusat itu lah yang menjadi permasalahan bangsa.

“Jadi saya pikir pernyataan Prabowo tidak usah diterjemahkan lagi, siapa koruptor yang sudah ditangkap aparat penegak hukum, ya itu maksudnya. Jadi tidak perlu main tunjuk hidung, menyebut orang,” ujar Nizar.

“Kalau kita masih berlagak bloon, pura-pura tidak tahu, kita nggak akan maju sebagai bangsa,” kata Nizar.

Sebelumnya, Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menantang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebutkan sosok yang disebutnya banyak elite politik yang ‘bodoh’ dan bermental ‘maling’.

Karena dengan begitu, kata dia, tuduhan itu tidak kemana-mana. Bisa saja dialamatkan ke pemerintah atau diluar koalisi pemerintahan.

Minta Tunjukkan

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah turut mengomentari kritik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut sistem perekonomian tak mensejahterakan rakyat sejak 2004 dan ada elite menipu rakyat di Jakarta.

Menurut Fahri, Prabowo harus mempertangungjawabkan ucapan dengan penjelasan lanjutan.

“Justru kan bagi Pak Prabowo kalimat itu kan positif negatif artinya dia menyatakan itu kan. Dia harus mempertanggungjawabkan juga kalimat itu, sebagian dari cara dia mengobservasi politik ke depan, khususnya politik elite kan,” kata Fahri di gedung DPR, Selasa (3/4/2018).

Selama ini, kata Fahri, banyak petinggi yang melempar isu tetapi tidak dibarengi dengan penjelasan. Dia pun berharap mantan Danjen Kopasus ini bisa memberikan penjelasan lanjutan yang jelas.

“Kalimat-kalimat Pak Prabowo itu harus ada penjelasan lanjutan, dan saya berharap Pak Prabowo tidak seperti yang dikenal selama ini, banyak pemimpin yang melempar isu tapi tidak diteruskan harus diteruskan,” ujarnya.

Fahri percaya bahwa Prabowo tidak sedang mencari popularitas dengan mengkritik pemerintah. Sebab, Prabowo sudah sudah sangat terkenal.

“Nama Pak Prabowo itu sudah terlalu populer dia enggak perlu lagi itu, kita melihat substansinya aja, karena disamping Pak Jokowi itu Pak Prabowo itu pernah mengantongi suara sah 47 persen dalam pemilu, itu yang memilih, kalau yang mengetahui saya kira 100 persen mengenal Prabowo,” ucapnya.

Ke depan, ia berharap ucapan Prabowo bisa menjadi bahan perdebatan menjelang Pilpres 2019. Serta bisa menjadi masukan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Menarik untuk diperdebatkan, menurut saya dan harusnya ada yang meneruskannya termasuk kalau bisa Pak Prabowo dan Jokowi sebagai mainstream dari politik pilpres kita ya harus mulai berdebat itu,” pungkasnya.

Diketahui, Prabowo menyebutkan 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.

“Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia,” kata Prabowo, saat orasi di hadapan ribuan warga Depok, Minggu (1/4).

Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat. “Saya elite tetapi sudah tobat,” ucapnya.

Previous articleGuru Besar IPB: Pemerintah Perlu Perbaikan Tata Kerja Dan Tata Kelola Data
Next articleDjarot Saiful Hidayat Temui Aktivis Lingkungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here