
Jakarta, PONTAS.ID – Persatuan wartawan Indonesia Prov. DKI Jakarta (PWI Jaya) menggelar diskusi publik dengan tema, ”Peran Media dan Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai Tanpa Isu SARA dan Hoax”. Diskusi dibuka Ketua PWJ Jaya Jaya, Endang Werdiningsih, di Gedung Prasada Sasana Karya Jl. Suryopranoto No 8 Jakarta Pusat, Selasa, (27/3/2018).
“Diharapkan diskusi publik ini yang diikuti awak media dan mahasiswa bisa ikut berperan dalam menciptakan pemilu damai, aman dan kondusif serta bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Kegiatan kali ini diikuti dari berbagai media,” kata Endang membuka acara.
Endang juga mengajak para jurnalis dalam menjalankan tugasnya selalu berpegang pada kode etik jurnalistik, “Sehingga semua informasi bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Dalam Diskusi ini ada tiga pembicara yakni Lestari Nurhayati, Sosiolog dan Pengamat Pemilu Internasional, kemudian Kamsul Hasan Tokoh Pers serta Syafiq Hakim Direktur International Center For Islam dan Pluralism (ICIP).
Dalam diskusi ini, Syafiq Hakim yang menjadi pembicara pertama, mengatakan, fenomena SARA dan Hoax telah terjadi sejak zaman dahulu. Dia meyakini hal ini akan selalu ada, terlebih dangan kehadiran internet, “Saat ini informasi bisa cepat berpindah dari tangan yang satu ke tangan yang lain dan ini sangat cepat sekali,” kata Syafiq.
Dia menambahkan merujuk data yang diperolehnya, bahwa pada tahun 2017 tercatat 143 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna internet aktif, “Didominasi oleh usia 19 tahun hingga 39 tahun,” katanya.
Keutuhan NKRI
Dalam kesempatan yang sama, Kamsul Hasan yang menjadi pembicara kedua mengatakan untuk mengantisipasi isu SARA dan Hoax, perlu dilakukan dengan meningkatkan literasi bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, masyarakat juga perlu diberikan informasi terkait hal-hal positif, serta menumbuhkan budaya komunikasi positif dalam lingkungan keluarga.
“Kita semua bahwa isu SARA dan Hoax itu ibarat air, akan mencari celah dimana ada ruang kosong disitulah masuk, oleh sebab itu perlunya pemahaman tentang hal tersebut,” kata Kamsul.
Sementara itu, dalam paparannya, pembicara berikutnya, Lestari Nurhayati berharap jurnalis ikut mensukseskan Pilkada melalui penulisan yang faktual serta berdasarkan data, serta mencegah tulisan yang dapat menimbulkan kegaduhan.
Dia juga mengingatkan dalam penulisan berita, jangan sampai melemparkan data yang belum valid, “Dan tak kalah pentingnya kita untuk ikut serta menjaga tegaknya NKRI,” pungkasnya.
Penulis: Idul Hartono
Editor: Hendrik JS















