Danau Toba Masuk “10 Bali Baru” Kementerian PUPR Lakukan Hal Ini

Kemajuan pembangunan proyek Tol Kualanamu - Tebing Tinggi /Foto: PUPR

Jakarta, PONTAS.ID – Sektor pariwisata menjadi salah satu program prioritas Kabinet Kerja dibawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan devisa dan investasi.

Untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan asing hingga 2019, Pemerintah telah menetapkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau “10 Bali baru”.

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih,   pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers yang diterima PONTAS.id, Jumat (23/3/2018)

Kurangi Waktu Tempuh
Basuki mencontohkan dukungan infrastruktur bagi pengembangan salah satu KSPN yakni Danau Toba. Tantangannya adalah akses jalan menuju lokasi wisata.
Salah satunya, waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba sekitar lima jam untuk menempuh jalan sepanjang 170 km.

Oleh karena itu Kementerian PUPR berupaya memangkas waktu tempuh hingga setengahnya melalui pembangunan jalan tol dengan melibatkan investasi swasta.

Pada tahun 2018 ditargetkan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 km akan rampung, “Dilanjutkan dengan konstruksi Tol Tebing Tinggi-Pematang Siantar sepanjang 35 km dan Pematang Siantar hingga Parapat sepanjang sepanjang 27 km,” imbuhnya

Selain itu, kata Basuki, untuk ruas jalan arteri dilakukan peningkatan jalan lingkar Toba baik pada lingkar dalam (inner ring road) sepanjang 125 km dan lingkar luar Toba (outer ring road) sepanjang 360 km.

Pengendalian Banjir
Sementara untuk sektor sumber daya air, Kementerian PUPR akan melebarkan Kanal Tano Ponggol dengan anggaran sebesar Rp 111,7 miliar melalui kontrak tahun jamak tahun 2017-2018 dan membangun Jembatan Tano Ponggol Samosir.

“Juga akan dibangun kolam tampungan Aek Natonang seluas 29,2 Ha yang akan menyimpan air hujan untuk kebutuhan irigasi dengan biaya Rp 9,2 miliar. Hal ini untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan air bersih seiring meningkatnya kunjungan wisatawan,” terang Basuki.

Dijelaskan Basuki, untuk mengurangi risiko banjir, dibangun Bendung dengan tinggi 32 meter di Tapanuli Utara dibiayai dengan dana APBN senilai Rp 42,99 miliar, “Kemudian dilakukan perbaikan tanggul sungai Aek Sigeaon di Kabupaten Tapanuli Utara sepanjang 1 km dengan biaya Rp 25 miliar,” katanya.

Pembangunan kolam tampungan Aek Natonang seluas 29,2 Ha di Pulau Samosir

Kualitas Air
Infrastruktur permukiman, kata Basuki, juga mendapat sentuhan pembangunan dengan anggaran sebesar Rp 166,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Area Atraksi Danau Toba, Penanganan Sanitasi, Instalasi Pengolahan Air, dan pengembangan kawasan Ajibata.

“Pengelolaan sampah dan limbah juga menjadi tantangan untuk menjadikan kualitas air Danau Toba lebih bersih dibandingkan saat ini. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian PUPR akan membangun instalasi pengolahan limbah di 31 kelurahan di sekitar Danau Toba secara bertahap hingga tahun 2021,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kesepuluh KSPN tersebut yakni Mandalika di Prov. NTB, Pulau Morotai di Prov. Maluku Utara, Tanjung Kelayang di Prov. Bangka Belitung, Danau Toba di Prov. Sumatera Utara, Wakatobi di Prov. Sulawes i Tenggara, Borobudur di Prov. Jawa Tengah.

Kemudian, Kepulauan Seribu di Prov. DKI Jakarta, Tanjung Lesung di Prov. Banten, Bromo Tengger Semeru di Prov. Jawa Timur dan Labuan Bajo di Prov. NTT. Dari sepuluh KSPN ditetapkan tiga sebagai prioritas yakni Borobudur, Danau Toba, dan Mandalika.

Editor: Hendrik JS

Previous articleCawapres dari Golkar Harga Mati
Next articleSusi: Hentikan Penambangan Pasir Ilegal dan Penggunaan Bom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here