Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah mengaku tidak bisa menghilangkan tengkulak dalam sektor pertanian. Keberadaan tengkulak dinilai tidak bisa dijauhkan dari kehidupan petani, sehingga perannya membantu.
“Jadi memang dari mulai petani sampai dengan pedagang itu mata rantai panjang dan di awal sudah dikuasai oleh tengkulak. Tapi saya melihat tengkulak itu tidak bisa dimusuhi karena memang dia membantu,” kata Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan, Sabtu, (10/3/18).
Enggar menyatakan, bila pemerintah ingin mengurangi tengkulak, caranya adalah peran pemerintah harus hadir dalam sektor pertanian. Salah satunya peran pemerintah melalui kehadiran perbankan.
“Karena akses kepada modal yang langka, sejak diambil tengkulak. Begitu panen yang menetukan harga dan yang jual atas nama petani tapi bukan dia,” ujarnya.
Ia memapatkan, pratek perdanganan tengkulak di pasar tradisional dimulai dari jam 3 pagi, terima 95 ribu pada 3 sore petani bayar 100 ribu dengan bunga 5 persen dalam 12 jam. “Makanya yang pertama kehadiran perbankan perlu dan perlu full subsidi karena cost mahal dan kedua kemitraan,” tutupnya.




























