Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Dalam Negeri segera menuntaskan proses perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang belum sepenuhnya beres.
Dengan begitu, masyarakat yang sudah mengantongi e-KTP bisa menggunakan hak pilih pada Pilkada Serentak 2018 yang digelar pada Juni mendatang.
Menurut Bambang, saat ini masih banyak masyarakat di beberapa wilayah Indonesia yang belum bisa merekam data diri untuk e-KTP. Salah satu penyebabnya adalah alat perekaman data kependudukan yang tak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Terutama fasilitas untuk perekaman data, seperti banyak persediaan alat perekaman e-KTP yang rusak dan tinta untuk cetak e-KTP habis,” ujar Bambang dalam keterangan pers, Rabu (7/3/2018).
Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Bamsoet ini pun mendorong Kemendagri bersama dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil di daerah agar proaktif dalam memfasilitasi masyarakat untuk melakukan perekaman data e-KTP.
“Terutama bagi pemilih pemula,” ujar Bamsoet.
Di sisi lain, Bamsoet juga meminta masyarakat proaktif mendatangi tempat-tempat perekaman data kependudukan.
“Agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Juni 2018 mendatang,” ucap dia.
Tidak Ada Masalah
Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, saat ini proses perekaman secara nasional telah mencapai 96 persen.
Sementara tercatat ada sekitar 2 sampai 3 juta warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Tjahjo memastikan tidak ada masalah berarti terkait perekaman dan penerbitan e-KTP.
Oleh karena itu dia berharap warga proaktif untuk melakukan perekaman.
“Enggak ada masalah. Jujur masih ada sekian juta, 2-3 juta yang belum rekam ulang. Yang belum rekam ulang ya enggak bisa pemerintah jemput bola tapi sama-sama warga proaktif,” tuturnya.
“Dari 3 jutaan yang paling banyak itu TKI, yang kerja tinggal di luar negeri, mereka kalau mau nyoblos besok jangan seperti Pilkada DKI kemarin, tahu-tahu pulang ke TPS. Ya datanya enggak ada dong. Harus mulai sekarang rekam data supaya jangan double,” kata Tjahjo.




























