Rini: Terminal Bandara Udara Ahmad Yani Harus Tepat Waktu

Rini Soemarno Kunjungi Bandara Udara Ahmad Yani, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Infrastruktur Transportasi yang dilakukan oleh pemerintah satu-persatu akan segera beropersai seprti, Terminal baru Bandar Udara Ahmad Yani Semarang bakal beroperasi Mei 2018. Pengoperasian terminal baru bakal meningkatkan kapasitas minimum yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Dirut PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menargetkan, dengan penutupan atap terminal baru (topping off) Bandara Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 12 Februari 2018, bandara sudah bisa dinikmati saat arus balik dan mudik.

Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan, pemerintah telah menetapkan pengembangan bandar udara sebagai proyek prioritas nasional untuk mendukung konektivitas udara.

“Saya berharap proyek ini bisa selesai tepat waktu dan pada akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat.” kata Rini Soemarno selaku Menteri BUMN, Jakarta, Senin, (12/2/18).

Menteri Rini mengatakna, pentingnya peran BUMN sebagai agen pembangunan dan perpanjangan tangan pemerintah untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas di Indonesia.

Rini pun menambahkan, pengembangan dan perluasan Bandara Udara Ahmad Yani, bagian dari program prioritas pemerintah dalam mendorong konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi di Semarang.

“Pengembangan bandara merupakan wujud dari komitmen pemerintah dalam mengakomodasi tingginya mobilitas penduduk dan kebutuhan akan sarana dan infrastruktur udara yang memadai,” ujarnya.

Pengoperasian terminal baru dan pengembangan bandara senilai Rp 2,07 triliun, akan menambah kapasitas Bandara Ahmad Yani dari hanya mampu menampung 800 ribu penumpang per tahun, menjadi 6 juta penumpng tiap tahun. Hingga 2017 Bandara Ahmad Yani sudah melayani 4,4 juta penumpang.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luasan area 58.652 meter persegi, hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal eksisting yang hanya seluas 6.708 meter persegi.

Luasan apron baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body kargo. Bandara Ahmad Yani, katanya, nantinya diposisikan sebagai bandara bisnis dan industri.

Bandara Ahmad Yani Semarang mengusung konsep bandara terapung yang dipadukan dengan konsep eco-green airport sehingga menjadikan bandara ini sebagai bandara dengan terminal terapung pertama di Indonesia.

Disebut sebagai bandara terapung karena terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair dengan menggunakan tiang pancang dan metode prefabricated vertical drain (PVD) untuk memadatkan lahan lunak tersebut. PVD sendiri merupakan sistem drainase buatan yang dipasang di dalam lapisan tanah lunak.

Previous articlePemuka Agama Diserang, Ini Perintah Cak Imin ke Kader PKB
Next articleLeg ke-2 Semifinal Piala Presiden 2018: Persija Siap Amankan Tiket Final