Jakarta, PONTAS.ID – Indonesia terus menarik para inverstor yang ingin menanamkan modal. Oleh sebab itu pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi pada sektor industri dan kerja sama bilateral. Kementerian Koordinator Perekonomian akan merumuskan kebijakannya apa saja, sehingga menjadi daya mendorong investasi dan ekspor secara cepat dan sekaligus menunjukkan ke dunia usaha bahwa ada perubahan dalam kecepatan.
“Kita mengurus investasi dalam hal berusaha,” kata Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Sabtu, (10/2/18)..
Darmin mengatakan, ekspor dan investasi berpotensi terus dimaksimalkan. “Jadi, enggak mesti (sumber daya alam) bisa saja bukan itu, kalau kita lihat ekspor dari Vietnam dari banyak ini kan elektronik dan sebagainya. Ini bukan SDA, kita belum mengatakan yang mana,”
Ia menegaskan, ekonomi melalui peningkatan kerja sama beberapa negara yang terus di buka. Apalagi negosiasi antara Eropa dan Australia masih jadi bahan pertimbangan. “Selain market baru beberapa perjanjian regional atau bilateral kita tetapkan beberapa prioritas diselesaikan.” ujarnya.
Pemerintah memprioritaskan perbaikan pada enam indikator kemudahan berusaha. Indikator-indkator tersebut adalah indikator dengan peringkat di atas 100. Indikator yang perlu perbaikan diantaranya, starting business (144), dealing with construction permits (108), registering property (106), enforcing contracts (145), paying taxes (114) dan trading across borders (112).
Bank Dunia saat ini, menempatkan Indonesia pada posisi ke-72 dari 190 negara dalam indeks kemudahan berusaha 2018. Pada 2017, posisi Indonesia naik 15 peringkat, dari posisi 106 ke peringkat 91.
















