Terancam Tak Lolos ke DPR, PKS: Itu Cambuk Bagi Kita

Jakarta, PONTAS.ID – Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) menjadi salah satu partai politik yang diprediksi terancam tak lolos ke DPR berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Berdasarkan survei terakhir LSI, Januari 2018, elektabilitas PKS hanya sebesar 3,8 persen.

Padahal, untuk lolos ke DPR, parpol harus mendapatkan 4 persen suara sah nasional di Pemilu 2019.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku, partainya akan menjadikan hasil survei LSI tersebut sebagai cambuk untuk meningkatkan elektabilitas.

“Hasil survei selalu baik untuk jadi cermin dan cambuk bagi PKS. Dan kita memperlakukannya secara proporsional,” kata Mardani, Kamis (25/1/2018).

Mardani beralasan, sejauh ini, PKS masih fokus pada pemenangan pilkada.

Pada Pilkada Serentak 2015, ia mengklaim PKS berhasil meraih 52 persen kemenangan. Sementara, pada Pilkada Serentak 2017, angkanya meningkat menjadi 56 persen.

Pada Pilkada Serentak 2018, PKS kembali menaikkan target kemenangan hingga 60 persen.

Sementara, untuk Pemilu 2019, persiapannya baru saja dilakukan dengan memilih 9 capres/cawapres.

Mereka adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al’Jufrie, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

PKS sudah mengumumkan dan meminta sembilan capres/cawapresnya bekerja keras meningkatkan elektabilitas partai,” kata Mardani.

Mardani yakin, cara ini akan efektif. Sebab, Pemilu 2019 berbeda dengan sebelumnya karena digelar secara bersama dengan Pilpres.

“Kajian kami ada band wagon effect atau cocktail effect, siapa yang punya capres atau cawapres akan mendulang insentif elektoral yang signifikan,” kata Mardani.

Selain PKS, ada 4 parpol lain yang juga terancam tak lolos ke parlemen berdasarkan hasil survei LSI. Keempat parpol tersebut yakni

PPP dengan 3,5 persen, PAN 2,0 persen, dan Hanura 0,7 persen. Hanya Nasdem yang perolehan suaranya sedikit diatas ambang batas, yakni 4,2 persen.

Namun, karena margin of error survei ini 2,9 persen, maka perolehan NasDem masih tergolong riskan untuk tak lolos ambang batas parlemen 4 persen.

Survei dilakukan pada 7-14 Januari 2014 dengan responden sebanyak 1.200 orang yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 7-14 Januari 2018. Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen.

Previous articleKunjungan Presiden ke Srilanka Bahas Perkeretaapian
Next articlePimpinan Oposisi Rajavarothiam Sampanthan Temui Jokowi di Hilton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here