Polisi Didesak Tangkap Pelaku Sweeping di Pamekasan

Ilustrasi unjukrasa penolakan ormas anarkis di Jakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Aksi sweeping yang diduga dilakuka oleh Laskar Pembela Islam (LPI), kelompok milisi di bawah naungan FPI, di Pamekasan Madura nyata-nyata tindakan melawan hukum. Tindakan vigilante (main hakim) yang mendapat perlawanan dari masyarakat setempat tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban luka-luka akibat tindak kekerasan, mulai dari pemukulan dengan pentungan hingga penyiraman air cabai.

“Oleh karena itu, SETARA Institute mendesak pihak kepolisian untuk mengambil tindakan hukum yang memadai dan menjerakan kepada pelaku sweeping brutal di Pamekasan Madura,” tegas Ketua Setara Institute, Hendardi melalui pesan tertulis yang diterima PONTAS.id, Selasa (23/1/2018).

Menurut Hendardi, tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh LPI-FPI tersebut telah mengakibatkan trauma di kalangan anak-anak dan perempuan. Kejadian ini semakin menegaskan watak kekerasan yang tidak beradab yang ditampilkan secara berpola dan konsisten oleh FPI.

Setara menilai, kelompok-kelompok laskar vigilante lainnya kerap memanfaatkan masyarakat sebagai objek untuk menunjukkan eksistensi dan daya tawar diri mereka, terutama dalam perhelatan politik yang mulai menghangat di Jawa Timur.

Kelompok-kelompok kekerasan ini lanjut Hendardi, seringkali menggunakan tameng agama dalam melakukan tindakan-tindakan organisasional untuk kepentingan mereka sendiri, “Padahal umat Islam di Indonesia pada umumnya mengimani Islam yang berorientasi rahmatan lil ‘alamiin, termasuk umat Islam di Madura,” imbuh dia.

Dijelaskan Hendardi, ketiadaan tindakan hukum yang memadai atas aksi-aksi mereka di berbagai tempat telah mengundang pengulangan tindakan oleh FPI dan laskar-laskar keagamaan lainnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleMadura United Memetik Kemenangan 1-3 Atas PS TNI
Next articlePasca Gempa, Listrik Wilayah Banten Alami Pemadaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here