Hanura Bergolak, Kubu OSO Sebut Daryatmo Cs Bohong

Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPP Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO), Benny Rhamdani menyebutkan lima kebohongan yang dilakukan kubu Ketua Umum hasil Munaslub Bambu Apus, Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo.

“Kebohongan pertama yang dituduhkan adalah adanya penggelapan uang partai uang senilai Rp 200 miliar. Jika benar, seharusnya diambil langkah hukum dengan melapor kepada Kepolisian” kata Benny di Hotel Manhattan, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Namun, hingga saat ini tidak ada laporan terkait hal tersebut. “Yang ada tata kelola uang sehat, keuangan partai bertambah,” kata Benny.

Kebohongan kedua, lanjut Benny, kubu Daryatmo menuding kepemimpinan OSO membuat Partai Hanura lebih buruk. Variabel yang digunakan kubu Daryatmo adalah survei terkait perolehan suara Hanura di 2014 dengan 16 kursi yaitu 5,6 persen.

Benny menegaskan, tata kelola organisasi di bawah kepemimpinan OSO membaik. Itu dibuktikan dengan meningkatnya kepengurusan anak cabang dari 41 persen menjadi 81 persen.

“Kalau perolehan kursi pemilu 2014 yang 16 kursi harus dibandingkan dengan, perolehan pemilu 2019 mendatang. Bukan hari ini. Itu tidak apple to apple. Itu kebohongan yang diproduksi mereka,” ujarnya.

Kebohongan ketiga, kata Benny, terkait kepesertaan Munaslub Bambu Apus yang disebut mendapat dukungan dari 27 DPD dan 401 DPC. Padahal, jumlah di kubu OSO sendiri sudah mendapat dukungan 19 DPD dan 277 DPC yang diklaim akan terus bertambah.

“Keempat, DPD diprovokasi bahwa calon DPR RI harus menyetor Rp1 miliar, itu bohong. Justru yang akan dilakukan ketum, calon yang potensi nanti diinjeksi oleh partai,” katanya.

Terakhir, kata Benny, kubu Daryatmo selalu menggunakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga untuk menggelar munaslub. AD/ART Partai, kata dia, telah dimanipulatif agar bisa mengantikan OSO, dengan dalih pengisian kekosongan pemimpin.

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here