WK Mahakam Resmi Dikelola BUMN

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Per tanggal 1 Januari 2018, Wilayah Kerja (WK) Mahakam sebagai WK produksi gas bumi terbesar di Indonesia yang dikelola oleh Total E&P Indonesie (TEPI) resmi dialihkan ke Badan Usaha Milik Negara PT Pertamina (Persero).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menjelaskan beberapa tahapan mengenai blok tersebut. Setelah mendapatkan hak 100 persen, sesuai dengan peraturan Menteri ESDM. Selanjutnya Pertamina akan share down 10 persen kepada daerah (pemda).Sedangkan pada tahap kedua, setelah berbagi dengan Pemnda, dan posisi Pertamina 90 persen dan Pemda memiliki 10 persen, perseroan diizinkan untuk kembali membagi sahamnya maksimum 39 persen.

“Untuk Mahakam, pengertian daerah ini adalah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutau Kartanegara. Kalau itu direalisasikan, maka Pertamina sharenya akan menjadi 51 persen, daerag 10 persen, pihak lain 39 persen. Tapi itu kalau direalisasikan.” kata Amien, Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, (17/1/18).

Amien menegaskan, pembagian tersebut merupakan urusan Pertamina dan diselesaikan secara business to business (B2B). Harapannya, dengan memberikan B2B, Pertamina bisa punya mitra yang bagus, tambahan dana serta keuntungan ataui kepentingan lainya.

“Kepentingan lain misalnya gini, dia bisa share down ke 1 pihak, bisa saja dengan perjanjian, tapi nanti pertamina juga diajak untuk farm-in di lapangan pihak lain itu di negara lain. Nah B2B kan bisa seperti itu. Perlu diingat bahwa itu sepenuhnya di Pertamina. Kalkulasinya itu B2B. Kalau kalkulasi B2B, tentu Pertamina akan menghitung untuk kepentingan keuntungannya Pertamina,” ujarnya.

Previous articleJadi Mensos, Idrus Marham Janji Amanah
Next article25 Blok Migas Akan Dilelang Kementerian ESDM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here