Mantu, Presiden Jokowi jadi Keluarga Besar Siregar

Gibran Rakabuming mengenakan hiasan kepala Mandailing, bulang, dan ulos, menari tortor mengikuti irama gondang dalam upacara adat ‘Mangalo-alo Mora Di Balakka Sitolu Tolu’

Medan, PONTAS.ID – Pada puncak acara pesta adat Mandailing dalam acara pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution, Presiden Joko Widodo didaulat manortor bersama dengan keluarga besar Siregar beserta keluarga dekatnya, termasuk yang berasal dari Solo. Sebelum manortor, Presiden mengenakan ulos.

Presiden Joko Widodo datang bersama Ibu Negara Iriana manortor di sesi ketiga. Setibanya di tempat acara, Presiden dan Ibu Negara  yang datang sebagai “mora” (keluarga pengantin perempuan), duduk diapit oleh keluarga besar Siregar yang mengangkat Kahiyang  sebagai putri dari marga Siregar.

Didampingi oleh para bapak dari keluarga Siregar, Presiden dengan posisi telapak tangan menghadap ke bawah, tampak luwes melakukan gerakan tari, “Belajar dari YouTube,” kata Presiden usai manortor, di perumahan Bukit Hijau Regency Taman Setia Budi, Medan, Sabtu (25/11/2017).

Presiden manortor selama sekitar 10 menit dengan iringan musik dari gondang sembilan. Saat menari, para penari pun dilemparkan beras kuning simbol kemakmuran.

Setelah Presiden, gantian Ibu Negara yang manortor diiringi oleh para ibu dari keluarga Siregar dan keluarga dari Solo. Istri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Panjaitan, istri Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan besan Iriana, Ibunda Bobby, juga ikut menari.

Ibu Iriana menari tanpa mengenakan alas kaki selama sekitar 10 menit. Ia juga tampak luwes menari. Presiden melihat istrinya menari dari kursinya.

Dengan prosesesi yang ditandai dengan manortor ini, merupakan pertanda dalam adat Mandailing  bahwa Presiden dan Ibu Negara Iriana sudah masuk dalam keluarga besar Siregar.

Tetap Tegar

Sebelumnya, saat memasuki acara pesta adat, kedatangan Presiden dan Ibu Negara disambut tarian tortor dan tepung tawar dengan beras kuning. Setelah duduk di kursi penyambutan Presiden dan Ibu Negara disuguhi baki berisi sirih, gambir, pinang, dan tembakau.

Setelah menerima tanda penyambutan adat tersebut, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana diarak secara adat menuju aula utama “Margalanggang” tempat manortor diiringi tortor mundur dari keluarga menantu, silat Mandailing dan suara pukulan gong. Hulubalang berpakaian merah, putih, dan hitam mengawal mereka.

Mereka memasuki gerbang yang bagian atasnya bertuliskan “Horas Tondi Madingin Pir Tondi Matogu Saur Matua Bulung”, ucapan selamat berbahagia untuk pengantin agar menjadi keluarga bahagia dan terhormat.

Kepada mereka kemudian disematkan ulos atau selendang khas Mandailing sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan atas kedatangan tamu terhormat.

Salah seorang pengetua adat menyebutkan, penyematan ulos tersebut juga bentuk doa agar Presiden Joko Widodo dan keluarga selalu tegar dan tabah menghadapi berbagai tantangan. (Knt)

Editor: Hendrik JS

Previous articleMendikbud Minta Para Guru Menjadi Teladan
Next articleKahiyang Ayu Kini Bergelar “Namora Pinayungan Hasayangan”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here