Jakarta, PONTAS.ID – Proses pemulihan ekonomi Indonesia yang terpukul pandemi Covid-19 diyakini bakal lebih lambat dibanding negara-negara setara. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi masih akan negatif pada kuartal I 2021 dan pemulihan baru akan benar-benar terjadi pada kuartal II.
“Kalau kita lihat akibat pandemi ini saya perkirakan ekonomi akan mengalami kontraksi relatif lebih lama dari negara peer. Jadi kita baru positif growth di kuartal II tahun depan,” ujar Ekonom Senior, Faisal Basri, Kamis (26/11/2020).
Dalam paparannya dijelaskan, pada kuartal I tahun depan, pertumbuhan ekonomi tercatat masih minus 0,7 persen. Pertumbuhan ekonomi baru kembali positif sebesar 1,4 persen di kuartal II.
Faisal menilai, meski tren kinerja perekonomian kian membaik, namun dirinya memprediksi jumlah penularan Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak gelombang pertama di kisaran bulan Januari dan Februari. “Sekali lagi, ini vaksin belum jelas,” ujar dia.
Faisal menekankan pentingnya pengendalian penularan virus bila kinerja perekonomian benar-benar diharapkan bisa pulih.
Dengan demikian, konsumsi masyarakat yang merupakan komponen utama dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa kembali tumbuh positif.
“Konsumsi turun bukan mencerminkan masyarakat Indonesia miskin banget, konsumsi turun banget lebih karena masyarakat berjaga-jaga,” ujar Faisal.
“Jadi kuncinya kendalikan, kendalikan (penularan virus). Itu akan secara otomatis membantu pertumbuhan ekonomi kembali positif,” jelas dia.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Pahala Simanjuntak



























