Soal Pendidikan Militer Mahasiswa, Ini Kata Komisi X

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda

Jakarta, PONTAS.ID – Program pendidikan militer untuk mahasiswa yang akan dicanangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menuai tanggapan dari Komisi X DPR.

Komisi pendidikan DPR itu berpendapat pendidikan militer bagi mahasiswa perlu dikaji lagi hingga soal lebih pentingnya penanaman cinta Tanah Air.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai ideologi nasionalisme dan cinta Tanah Air perlu ditanamkan di kalangan anak muda. Namun, menurutnya, urgensi Komponen Cadangan (Komcad) adalah untuk mengajarkan bela negara, bukan kepada pendidikan militer bagi mahasiswa.

“Paham nasionalisme saya kira bagi anak muda kita menjadi sangat penting. Aspek itu urgent banget, karena itu saya mendukung sebenarnya. Tinggal nanti diformulasikan Kemendikbud dengan Kemenhan seperti apa. Ini kan konteksnya bukan wamil (wajib militer),” ujar Syaiful Huda, Selasa (18/8/2020).

“Dan karena yang saya sebut menjadi urgent adalah membangun cinta Tanah Airnya, itu ya berarti Komcad itu lebih kepada transfer knowledge-nya, bukan kepada konteks pendidikan militernya,” imbuhnya.

Syaiful mengatakan Kemenhan bersama Kemendikbud perlu merumuskan dengan baik jika akan menerapkan pendidikan militer bagi mahasiswa. Baginya, yang lebih penting adalah menanamkan rasa cinta Tanah Air itu kepada para anak muda seperti istilah hubbul wathon minal iman, atau cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman.

“Bagus, tapi saya nggak bayangin kalau ada perang fisik. Bagusnya untuk penanaman cinta Tanah Air. Bahwa sekarang tools-nya, medianya harus melalui Komcad, menurut saya nggak masalah. Bahkan saya mendorong itu, kalau ini bisa mendorong anak-anak muda Indonesia bisa hubbul wathon minal iman, mencintainya Tanah Airnya. Jadi sangat butuh malah. Tinggal Kemenhan dan stakeholder lain diajak duduk bersama merumuskan ini dengan baik,” ungkapnya.

Tak hanya mahasiswa, Syaiful bahkan mengusulkan agar Pramuka bisa bergabung dalam Komcad untuk program bela negara, bukan pendidikan militer. Politikus PKB itu menyebut pihaknya akan mengupayakan itu dalam revisi UU Pramuka di Prolegnas prioritas 2021.

“Bahkan tidak harus level mahasiswa, Pramuka pun bisa diajak untuk bergabung dalam Komcad ini. Termasuk kan sebenarnya kita masuk Prolegnas revisi UU Pramuka, rencana kan berarti dimasukin (Prolegnas) 2021, salah satu isu yang mau saya dorong adalah soal ini, jadi Pramuka menjadi bagian dari komponen cadangan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono meminta generasi milenial ikut serta dalam program bela negara, salah satunya bergabung dengan bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad). Trenggono menegaskan Komcad bukan lah wajib militer.

“Komcad ini bukan wajib militer,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8).

Trenggono mengungkapkan saat ini Kemhan tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar para mahasiswa bisa ikut Program Bela Negara. Nantinya mahasiswa tersebut bisa mengikuti pendidikan militer sehingga nilainya dapat dimasukan ke dalam SKS.

“Nanti, dalam satu semester mereka bisa ikut pendidikan militer, nilainya dimasukkan ke dalam SKS yang diambil. Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan. Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-harinya,” ujarnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

Previous articleBMKG: Jakarta akan Diguyur Hujan Sampai 2 Jam
Next articleLegislator Apresiasi Penemuan Obat Corona oleh Unair