Lanjutkan Monev, Kadisdik Cek Sekolah Kosong di Paya Pinang

Sergai, PONTAS.ID – SD Negeri 105440 di Desa Laut Tador yang berada ditengah Kebun Paya Pinang, Serdang Bedagai (Sergai) kondisinya sangat memprihatinkan. Gedung sekolah tersebut setahun belakangan sudah tidak difungsikan karena tidak memiliki peserta didik.

Hal ini terungkap setelah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sergai, Joni Walker Manik berkunjung dalam rangka monitoring dan evaluasi, pada Jumat (26/6/2020).
Kabid Pembinaan SD Disdik Sergai, Sugianto yang turut dalam rombongan mengatakan, sebelumnya sekolah tersebut telah dilebur ke SDN 105436 Paya Pinang yang jaraknya sekitar 3 Km.

Selain itu, SDN 106236 Kuta Pinang juga digabung ke SDN 106455 Tanah Bersih yang jarak kedua sekolah tersebut sekitar 2 Km dan hal ini sudah kita evaluasi dan di survei sebelumnya,” jelas Sugianto.

Kemudian, saat berkunjung ke SDN 105441 desa Kuta Pinang, Kadisdik kembali mendapatkan informasi atas kegigihan serta pengabdian tanpa pamrih yang ditunjukkan guru honorer selama proses pembelajaran jarak jauh terdampak pandemi Covid-19.

“Para guru yang semuanya berstatus honor itu bekerja tanpa pamrih, sementara Kepala Sekolahnya jarang datang ke sekolah tersebut. Wajar saja pak Kadis kalau saya menyebut para guru di sini ‘Srikandi’,” ungkap Kordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Tebing Syahbandar, Edison Manurung..

Kemudian, di hadapan 21 Kepala Sekolah SDN se Wilayah Kecamatan Bandar Khalifa, yang hadir, Edison Manurung pun meminta para kepsek memperkenalkan diri serta malaporkan jumlah murid dan tenaga pendidiknya.

Menanggapi hal ini, Kadisdik berjanji akan memberikan penghargaan terhap para guru honor tersebut.

“Saya minta Kabid SMP dan Kabid SD untuk menyiapkan Surat Penghargaan kepada para Srikandi Pendidikan itu secepatnya!” tegas Joni.

Lebih lanjut, Joni mengingatkan para Kepala Sekolah bahwa sesuai peraturan yang ditetapkan Mendikbud, jika sekolah itu selama tiga tahun mencapai 60 orang, maka dana BOS untuk sekolah itu ditiadakan atau dicabut.

“Ini harus jadi perhatian yang serius dari pak Syarifudin selaku Kepsek di sini. Bagaimana berinovasi dan melaksanakan program GCL (green, clean and life). Besar kemungkinan sekolah ini bisa menuju ke arah yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleJelang New Normal, Pemdes T2 Purwakarya Lakukan Disinfeksi
Next articleGubernur Jabar Izinkan Taman Safari Bogor Buka Lagi