HomeEkbisPembatasan Solar Subsidi Dicabut, Begini Respon Pertamina
Pembatasan Solar Subsidi Dicabut, Begini Respon Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati
Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Utama PT Pertamina (persero), Nicke Widyawati, tak menampik bahwa ada potensi over kuota solar bersubsidi. Hal ini diperingatkan oleh BPH Migas melalui surat edaran pengendalian penyaluran solar subsidi. Tapi, Nicke mengaku, pengendalian tersebut akhirnya dicabut kembali.
“Ini tadinya dari BPH ada pembatasan. Tapi sudah dicabut kan Jumat malam. Jadi kita jual lagi seperti biasa,” kata Nicke saat dijumpai di sela-sela uji coba LinkAja, di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (1/10/2019).
Menurut Nicke, Pertamina selaku operator akan mengikuti keputusan tersebut. Jika berisiko konsumsi solar subsidi akan melebihi kuota, Pertamina akan menyerahkan ke Pemerintah.
“Ya kita sampaikan ke pemerintah, kuotanya lebih,” tuturnya.
Ia pun mengatakan mengenai kelebihan kuota tersebut apakah sistem pembayaran subsidi akan langsung dibayarkan oleh pemerintah atau tidak, Pertamina menyerahkan hal tersebut kepada pemerintah.
“Treatmentnya dari pemerintah. Tapi intinya dari Pertamina tidak ada pembatasan,” ujar Nicke.
Asal tahu saja, sesuai dengan APBN 2019, untuk BBM subsidi (JBT) ditetapkan sebanyak 15,11 juta KL dengan rincian untuk solar 14,5 juta KL kerosene atau minyak tanah 0,61 juta KL. Jumlah ini turun dibanding 2018, di mana jatah bensin solar subsidi mencapai 15,62 juta.
Data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi solar sampai Juli lalu telah mencapai 62% atau 9,0 juta KL.
“Diproyeksikan sampai akhir 2019 bisa 15,31 juta KL sampai 15,94 juta KL. Ada potensi over kuota sampai 1,4 juta KL atau 9,6%,” kata Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa, akhir pekan lalu.