Lewat Pariwisata, Pemkot Pariaman Harap Industri Ekraf Ikut Tumbuh

Jakarta, PONTAS.ID – Wali Kota Pariaman, Genius Umar berharap industri ekonomi kreatif (ekraf) bisa bertumbuh melalui sektor pariwisata di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), yang sudah menasbihkan diri sebagai salah satu kota destinasi wisata.

Menurut Genius, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman berusaha meningkatkan ekosistem dari sektor pariwisata. Dan oleh karena, itu kehadiran industri ekraf menurutnya sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan terhadap wisatawan yang datang.

Pemkot Pariaman, lanjut dia, memiliki visi misi untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai kota wisata, perdagangan, dan jasa yang religius serta berbudaya. Dia menyadari pembangunan kepariwisataan akan menumbuhkan industri ekraf di Kota Pariaman.

Contoh dari industri ekraf yang dapat bertumbuh tersebut, antara lain yakni toko-toko yang menjual oleh-oleh khas Kota Pariaman, toko baju kaos atau souvenir khas, sulaman, rajutan dan lain sebagainya.

“Ekraf memiliki banyak sekali bidang. Seperti game developer, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, fotografi, kriya, kuliner, musik, periklanan, seni pertunjukkan, seni rupa, dan lain sebagainya. Semuanya itu bisa dikembangkan di Kota Pariaman,” kata Genius, Senin (27/5/2019).

Sebelumnya Genius bersama 23 pemerintah daerah lainnya melakukan penandatangan kesepahaman dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, untuk mendorong penguatan ekosistem kreatif nasional.

Berdasar data Bekraf, dalam perekonomian nasional, ekonomi kreatif mampu menyumbang PDB hingga 922 triliun rupiah di tahun 2016. Lalu kemudian dua tahun berikutnya, atau di tahun 2018, menjadi semakin bertambah mencapai 1.105 triliun rupiah.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf menuturkan bahwa pemerintah memiliki peran sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator dalam pengembangan ekraf. Pentingnya peran pemerintah membuat Bekraf menggandeng pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan. Mengingat Bekraf belum memiliki perwakilan di daerah.

Dalam menjalankan tugasnya, Bekraf menerapkan kolabotasi penthahelix, yakni pemerintah, akademisi, asosiasi, komunitas dan media. Diharapkan dengan kerja sama Bekraf dengan pemda memberikan efek lebih positif lagi terhadap ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Tentunya bisa memberikan sumbangan terhadap PDB dan membuka peluang kerja yang lebih besar. Bekraf sangat menyambut positif dan berupaya mengakomodasi kebutuhan daerah,” ungkap Triawan.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

Previous article18 Tahun Negosiasi Alot Blok Masela, Jonan: Saya Terharu
Next articleTimah Panas Polisi Lumpuhkan 2 Spesialis Pencuri Mobil Rental