Jakarta, PONTAS.ID – Jelang dioperasikannya moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) pada Bulan Maret 2019, PT MRT Jakarta pada saat ini telah memproduksi 954 ribu tiket untuk para calon penumpang, yang terdiri atas dua jenis kartu.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaludin menjelaskan dua jenis kartu yang telah diproduksi tersebut yakni single trip untuk satu kali pemakaian, dan multi trip untuk pemakaian berulang. Produksi ratusan ribu tiket berbentuk kartu itu merupakan bagian dari paket proyek sistem ticketing MRT Jakarta.
“Untuk kartunya sendiri sudah diproduksi sekarang 954 ribu kartu MRT. Yang sekarang (sudah diproduksi) jenis single trip dan multi trip. Multi trip bisa dipakai beberapa kali perjalanan selama saldo masih cukupi, dan nantinya bisa diisi ulang,” kata Kamal, Minggu (13/1/2019).
Namun demikian, Kamal belum mau menyampaikan waktu penjualan kartu multi trip dan harga yang dipatok untuk setiap tiket itu.
“Nanti akan diumumkan pada saat operasi komersial di bulan Maret. Jadi sekarang belum bisa dikasih tarif indikasinya,” ucap Kamal.
“Ke depannya, kartu MRT akan menunjang proyek gubernur juga, yaitu program integrasi antara MRT dengan Light Rail Transit (LRT), dan tentunya juga akan digabungkan dengan program Jak Lingko,” tambah dia.
Sementara itu Head of Corporate Communication & Management PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo menyampaikan, kartu khusus MRT Jakarta itu diberi nama kartu Jelajah.
Selain kartu yang diterbitkan PT MRT Jakarta, masyarakat juga bisa menggunakan kartu uang elektronik yang dikeluarkan bank untuk menggunakan MRT. PT MRT Jakarta saat ini tengah meminta persetujuan dari Bank Indonesia.
“Kita juga membuka untuk kartu elektonik dari bank, tetapi untuk kartu elektronik bank itu bisa diakses di MRTJ, walaupun sistem kita bisa menerima, tapi kita harus tetap minta persetujuan dari Bank Indonesia. Saat ini prosesnya sedang di BI,” kata Tomo.
Sebelumnya Direktur PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan transportasi Mass Rapid Transit (MRT) Fase I koridor Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) sudah mencapai 98,1 persen.
“Sudah 98,1 persen. Maret sudah on track. Uji coba sedang berjalan mulai dari 24 Desember sampai 25 Februari untuk yang pararel trail run,” kata William di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).
Nantinya pada 26 Februari, William berjanji, pihaknya akan mengizinkan beberapa warga Jakarta untuk turut ikut melakukan uji coba kereta Moda Raya Terpadu tersebut. Menurut dia, masyarakat uji coba MRT gratis ini sampai benar-benar proyek tersebut diresmikan Pemprov DKI Jakarta
“Nanti 26 Februari kita akan mulai full trial run menuju tanggal pencanangan. Tanggal operasi sedang kita siapkan,” tuturnya.
William menambahkan, pihaknya akan mengumumkan mekanisme atau syarat bagi warga Jakarta yang melakukan kegiatan sehari-hari menggunakan MRT.
“Nanti kita akan keluarkan mekanismenya masyarakat naik dimana turun dimana. Semua station sedang dipersiapkan,” tukas dia.
Untuk diketahui, jalur fase 1 MRT menghubungkan Lebak Bulus dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). MRT diklaim mampu memangkas waktu tempuh dari selatan Jakarta ke pusat ibu kota sehingga dapat ditempuh dengan waktu kurang dari 30 menit.
Editor: Risman Septian


























