
Jakarta, PONTAS.ID – Memasuki masa kampanye Pemilu 2019, Tim Kampanye Nasional (TKN) Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mengingatkan pentingnya menjaga semangat kemajuan bangsa.
“Pemimpin yang akan terpilih haruslah yang bisa menggerakkan semangat bangsa. Pemimpin yang jelas dan punya prestasi, serta mengutamakan kampanye yang berdasarkan kinerja, tidak hoax,” kata Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, di Media CenterTKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Jl. Cemara No.19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).
Untuk itu, ketika mendaftar ke KPU dan menyerahkan visi misi serta dana kampanye pihaknya kata Hasto melaporkan apa adanya tanpa rekayasa.
“Dana kampanye untuk pilpres Rp.11,9 miliar berupa barang, uang tunai serta saldo rekening. Penggunaannya untuk dana logistik, survei, komunikasi politik, serta beberapa deklarasi di rumah aspirasi. Dan kami tidak menghadirkan baliho,” kata Hasto.
Kampanye Damai
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani, mengungkapkan, calon Presiden Jokowi sejak awal menekankan kepada TKN agar dalam melakukan kampanye selama 7 – 8 bulan ke depan harus harus aman, nyaman dan menjauhi kampanye yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Arsul juga mengungkapkan, pada saat deklarasi kampanye damai, Minggu (23/9/2018) tidak ada ujaran kebencian fitnah maupun kata kata kasar yang melanggar hukum. Termasuk tidak ada kejadian yang mendapat teguran dari KPU maupun Bawaslu.
“Kalau kejadian di luar kawasan monas tidak dapat dikontrol oleh siapapun. Kami dari TKN berkomitmen bersama Tim Prabowo-Sandiuntuk menjaga mood yang sejuk dan damai sampai akhir masa kampanye,” kata Arsul.
Terkait relawan, lanjut Arsul, tercatat 420 organisasi yang telah diverifikasi oleh TKN dengan berbagai latar belakang.
Menanggapi pernyataan yang kerap dilontarkan pada Jokowi yang disebut tidak ramah muslim juga dibantah Arsul. Hal ini dibuktikan dengan program Jokowi-Ma’ruf Amin yang berkelanjutan, “Seperti Program keuangan umat serta Penguatan keagamaan dan pondok pesantren,” pungkasnya.
Penulis: Stevanny Andriani
Editor: Pahala Simanjuntak


























