Washington, PONTAS.ID – Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Rusia tak begitu baik belakangan ini terkait berbagai isu. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada keamanan warga AS yang menonton Piala Dunia di Rusia.
Agen FBI yang juga Direktur Pusat Keamanan dan Kontraintelijen Nasional, William Evanina, menyarankan kepada warga AS di Rusia untuk tidak membawa alat elektronik seperti telepon seluler untuk menghinari peretasan.
Evanina menegaskan, meskipun tidak penting, warga AS tetap akan menjadi sasaran para hacker.
“Jika Anda membawa ponsel, laptop, PDA, atau alat elektronik lain, maka jangan salah, data apa pun pada perangkat tersebut (terutama informasi pribadi) dapat diakses oleh Pemerintah Rusia atau penjahat siber,” kata Evanina, dikutip dari Reuters, Rabu (13/6/2018).
Dia menambahkan, pejabat perusahaan dan pemerintah paling berisiko terkena retas. Namun Evanina meminta setiap warga AS waspada karena siapa saja bisa menjadi target, tak peduli apakah dia orang penting atau bukan.
Pejabat AS lain yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan, badan-badan keamanan Inggris juga mengeluarkan peringatan serupa kepada warganya serta tim sepak bola di Piala Dunia.
Dalam sebuah pernyataan, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) menyarankan hal itu kepada asosiasi sepak bola Inggris menjelang keberangkatan mereka ke Rusia.
Hubungan AS serta Inggris terhadap Rusia merenggang terkait tuduhan serangan menggunakan senjata kimia terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan anaknya, Yulia, pada Maret lalu. Peristiwa itu memancing pengusiran diplomat Rusia dari berbagai negara, AS dan Inggris merupakan negara yang paling banyak mengusir diplomat Rusia.
Selain itu konflik Suriah juga menambah ketegangan Rusia dan Barat. Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu merupakan pendukung rezim Bashar Al Assad dalam memerangi kelompok bersenjata. Suriah dituduh menggunakan senjata kimia dalam menyerang pemberontak di Douma yang menyebabkan puluhan orang tewas, kebanyakan warga sipil.




























