Kemenkop-UKM dan UE Sepakati INSW dan SME Contact Points

Meliadi Sembiring, Deputi Bidang Kelembagaan UKM

Jakarta, PONTAS.ID – Inisiatif perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa (UE) atau Indonesia-European Union Comprehensive Partnership Agreement (I-EU CEPA) telah memasuki putaran ke-4 perundingan. Dari 14 isu yang dibahas masing-masing kelompok (Working Group), salah satunya adalah terkait dengan UKM (Small and Medium-sized Enterprises).

Sementara dari pihak Uni Eropa (UE) sebagai Ketua Juru Runding dari Directorate General for Trade Martin Pilser didampingi Dominique Lambert dari Directorat General Growpada European Commission.

Meliadi Sembiring mengungkapkan, sebagai tindak lanjut Joint Conclusion putaran ke-3 perundingan di Brussels, Belgia, ada dua usulan strategis. Pertama, diusulkan Indonesian National Single Window (INSW) sebagai institusi yang menyediakan Information Sharing.

“Website INSW diharapkan dapat menyediakan informasi yang komprehensif terkait kegiatan perdagangan antara Indonesia dengan UE seperti pajak, kuota perdagangan, tarif, rules of origin, standar produk, statistik, dan informasi penting lainnya, yang dapat dimanfaatkan oleh UKM,” kata Meliadi dalam rilis yang diterima PONTAS.id, Jakarta, Rabu, (30/5/18).

Sementara website yang disiapkan pihak UE adalah Trade Helpdesk. “Dengan adanya pertukaran informasi antar kedua belah pihak maka diharapkan diperoleh informasi pasar dan peluang perdagangan serta investasi bagi UKM,” tandas Meliadi.

Usulan kedua yang dibahas dan disepakati kedua delegasi adalah SME Contact Points. Bagi pihak UE, yang ditunjuk sebagai Contact Point adalah European Commission, sedangkan dari pihak Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kami akan membentuk tim yang melibatkan beberapa unit kerja di Kementerian Koperasi dan UKM untuk menjadi Contact Point,” kata Meliadi.

Menurut Meliadi, untuk menyinergikan INSW dengan Contact Point tersebut, diperlukan koordinasi lebih lanjut lintas kementerian. “Sehingga, kami akan berkoordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk dibahas secara internal,” jelas Meliadi lagi.

Meliadi menambahkan, yang perlu mendapat perhatian juga dalam pemanfaatan kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa ini adalah adanya kesesuaian dan kesetaraan antara pelaku UKM di Indonesia dengan pelaku UKM di Uni Eropa. “Karena adanya perbedaan definisi UKM di kedua pihak yang menjadikan adanya perbedaan level usaha sehingga kita harus mencari yang kompatibel,” tegas Meliadi.

Dalam kesempatan yang sama, Martin Pilser merespons penjelasan Meliadi Sembiring bahwa European Commission sebagai yang mewakili UE mengharapkan dengan adanya kerja sama ini, para pelaku UKM dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya pada saat mereka membutuhkan informasi untuk memasuki pasar luar negeri. “Kami juga mengharapkan bahwa para pelaku UKM di Indonesia dan negara-negara Eropa dapat menjadi pelaku bisnis global,” imbuh Martin.

Perundingan antara Indonesia dan UE juga membahas konten Draft Chapter SME yang terdiri dari tiga artikel, yaitu General Provision, Information Sharing, dan SME Contact Points yang akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa.

Disepakati hasil dari perundingan Working Group on SMEs dalam bentuk Joint Conclusion Putaran ke-4 Perundingan I-EU CEPA, yang memberikan tugas kepada Delegasi Indonesia untuk menyampaikan informasi kepada pihak UE hasil pembahasan internal terkait artikel Information Sharing sebelum pelaksanaan putaran yang ke-5 perundingan dilaksanakan.

Sementara pihak UE mengundang Delegasi Indonesia untuk berkunjung ke European Commission guna mengetahui program jaringan bisnis pelaku usaha negara-negara Eropa, yang disebut Enterprise Europe Network (EEN), bagaimana pelaku UKM akses kepada sumber pembiayaan dan perihal kewirausahaan di Eropa. Pihak EU akan mempersiapkan sesi tersebut pada waktu pelaksanaan Perundingan I-EU CEPA Putaran ke-5 di Brussels, Belgia.

Previous articleMendag Akui Harga Beras Sudah Sesuai HET
Next articleDPR Optimis Pengelolaan Zakat oleh Baznas Bisa Atasi Kemiskinan