Sempat Merenggang, Korut dan China Jalin Keharmonisan

Bendera Korea Utara dan China

Pyongyang, PONTAS.ID – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menyambut secara pribadi pejabat tinggi China yang berkunjung ke Pyongyang sejak Sabtu 14 April 2019. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan kedua negara sekaligus memulihkan hubungan yang sempat meregang.

Kim bertemu Song Tao, kepala departemen internasional Komite Sentral Partai Komunis China, yang memimpin rombongan seni ke festival musim semi di Ibu Kota Korea Utara, Pyongyang.

Kantor berita resmi Korut, KCNA, melaporkan Kim menyambut Song dan delegasinya dalam pertemuan pada Sabtu 14 April. Dalam kesemapatan itu Song juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Xi.

“Keduanya saling bertukar pandangan yang mendalam tentang hal-hal penting yang menjadi perhatian bersama dan situasi internasional,” demikian bunyi pernyataan KCNA, seperti dilansir AFP, Senin (16/4/18).

“Pemimpin tertinggi (Kim Jong Un) mengatakan dia akan secara positif meneruskan dan mengembangkan persahabatan tradisional antara DPRK-China menjadi fase baru pembangunan, seperti yang diisyaratkan oleh era baru,” sebut KCNA, menambahkan.

Delegasi itu tiba hanya beberapa pekan setelah Kim melakukan kunjungan mendadak ke Beijing dan bertemu Presiden Cina Xi Jinping, sebagai upaya kedua pemimpin untuk menopang aliansi menjelang periode diplomasi.

Kim diperkirakan akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In pada bulan ini, sekaligus dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada pekan-pekan berikutnya.

Foto-foto yang dirilis oleh surat kabar resmi Rodong Sinmun menunjukkan para pejabat China dan Korut berada di sebuah aula perjamuan besar berlatar belakang gambar Kim dan Xi berjabat tangan di satu dinding.

Foto lain menunjukkan orkestra Korut tampil dengan gambar besar Xi yang diproyeksikan sebagai latar belakang. Song memimpin rombongan kesenian China untuk menghadiri festival seni musim semi yang diadakan sebagai bagian dari peringatan ulang tahun kelahiran pendiri Korea Utara Kim Il Sung pada 15 April 1912.

Baik seniman Korut maupun asing turut ambil bagian, dan acara sepanjang pekan ini mencakup konser, pertunjukan tari, dan akrobatik.

KCNA juga mengeluarkan laporan terpisah tentang istri Kim yang menghadiri pertunjukan rombongan seni China pada Sabtu lalu tanpa kehadiran suaminya.

“Ibu Suri Ri Sol Ju menikmati koreografi-koreografi ‘Giselle’ yang dipertunjukkan oleh National Ballet of China,” lapor KCNA.

Mengutip dari kantor berita resmi China, Xinhua, Kim dalam perjalanannya ke Beijing beberapa waktu lalu menyaksikan pencapaian luar biasa yang dilakukan oleh China dan senang atas persaudaraan orang-orang Tionghoa. Kim juga mengatakan ingin memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan China.

Sebagai tanggapan, Song mengatakan kepada Kim hal itu merupakan kebijakan tak mengikat bagi Beijing untuk mempertahankan, mengonsolidasikan, dan mengembangkan hubungan dengan Korut.

Beijing merupakan satu-satunya sekutu utama Korut, aliansi terjalin sejak Perang Korea pada 1950-1953. Namun hubungan keduanya memburuk setelah China mendukung sanksi PBB untuk menghukum Korut terkait program senjata nuklirnya.

Kim juga menjadi tuan rumah pesta bagi delegasi China, di mana para pejabat dari kedua belah pihak bersulang dan berkomitmen melanjutkan hubungan persahabatan antara DPRK-China

China mengirim rombongan seni ke setiap festival sejak 1986, kecuali pada tahun 2016.

Aktivitas diplomatik yang hingar-bingar di Pyongyang menandai perubahan setelah setahun ketegangan yang menyebabkan negara komunis itu melakukan uji coba rudal dan senjat nuklir.

Previous articleBUMN Terjerat Korupsi, Menteri Rini Didesak Turun Tangan
Next articleDidominasi BUMN, Presiden Minta PSN Libatkan Swasta