Jakarta, PONTAS.ID – Kepolisian hingga saat ini masih melakukan investigasi kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur yang terjadi pada akhir Maret lalu. Kepolisian bersama sejumlah kementerian atau lembaga terkait telah menerjunkan tim investigasi.
Hal ini diungkapkan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, “Kalau ditemukan unsur pelanggaran hukum, pasti akan kita tindak lanjut,” katanya usai acara jalan sehat di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/4/2018).
Syafruddin menegaskan, pihaknya juga menelusuri berbagai pihak yang bertanggungjawab dalam kasus ini. Namun Polisi, lanjut dia, belum dapat menyimpulkan sebelum proses investigasi berakhir.
“Belum bisa disimpulkan, kita masih jalan terus. Polri, Pertamina, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah semua kerja. Apalagi ini terkait ekosistem laut,” terangnya.
Syafruddin pun meminta seluruh pihak fokus pada penuntasan dampak tumpahan minyak tersebut.
Siapkan Pipa Pengganti
Sementara itu, Pertamina menyiapkan pipa pengganti pipa yang putus di Teluk Balikpapan tersebut. Sementara ini, pipa yang putus masih berada di tempat semula untuk keperluan penyidikan.
“Pipa pengganti ini akan dibawa dari Balongan ke Balikpapan. Apabila pipa yang putus sudah diangkat dari dasar laut dan diperbolehkan oleh pihak penyidik untuk penggantian pipa, maka pipa pengganti ini dapat segera dipasang,” jelas Region Manager Communication & CSR Kalimantan Yudy Nugraha dalam siaran persnya, Sabtu (13/4/2018).
Lebih lanjut Yudy menjelaskan bahwa pipa yang disiapkan berjumlah sekitar 22 joint dengan panjang masing-masing 12 meter.
“Saat ini Pertamina mengalirkan minyak mentah dari Terminal Crude Lawe lawe ke kilang Balikpapan menggunakan pipa bawah laut lain yang berukuran 16 inchi,” pungkasnya.
Editor: Hendrik JS




























