Alfons Manibui Ajak Masyarakat Teluk Bintuni Rawat Persatuan dan Gotong Royong

Teluk Bintuni, PONTAS.ID – Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, Alfons Manibui, mengajak masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memperkuat nilai-nilai kebangsaan dengan menjadikan Empat Pilar MPR RI sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ajakan tersebut disampaikan Alfons Manibui dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Teluk Bintuni yang digelar di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Selasa, 15 September 2026.

Alfons menyampaikan bahwa Empat Pilar MPR RI yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Olehnya itu, dia mendorong agar nilai-nilai Empat Pilar tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan yang hanya disampaikan dalam forum sosialisasi. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan sosial, menjaga toleransi, menyelesaikan persoalan secara musyawarah, serta memperkuat semangat gotong royong.

“Empat Pilar harus menjadi nilai yang kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Teluk Bintuni memiliki keberagaman yang harus kita jaga sebagai kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa,” ujar Alfons dalam keterangan pers, Rabu (23/9/2026).

Alfons menekankan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus titik temu seluruh elemen masyarakat Indonesia. Karena itu, perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan.

Anggota Komisi XII DPR ini bilang, masyarakat Papua Barat, termasuk masyarakat Teluk Bintuni, memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat kebangsaan harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah.

Ia mengatakan pembangunan di daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

“Pembangunan membutuhkan kebersamaan. Pemerintah, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen masyarakat harus mengambil bagian sesuai dengan perannya masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alfons juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong sebagai salah satu kekuatan sosial masyarakat. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dipertahankan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Ia menilai kemajuan teknologi informasi membawa manfaat besar bagi masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan baru. Arus informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terbukti kebenarannya.

“Kita harus bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” wantinya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat juga diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Dialog tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan nilai-nilai Empat Pilar dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata masyarakat.

Anggota Komisi XII DPR ini berharap masyarakat Teluk Bintuni terus menjaga persaudaraan, toleransi dan kebersamaan sebagai modal sosial dalam membangun daerah. Menurutnya, persatuan masyarakat merupakan fondasi penting bagi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan.

Alfons menegaskan, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus menjadi pegangan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

“Indonesia adalah rumah kita bersama. Karena itu, mari kita jaga persatuan, hormati perbedaan dan terus membangun dengan semangat gotong royong. Dari Teluk Bintuni, kita ikut menjaga Indonesia,” pungkas Alfons.

Previous articleKendaraan Listrik Didorong Tak Sekadar Dongkrak Penjualan, Tapi Bangun Industri Nasional
Next articleRSUD Bangil Perkuat Peran Sosial Lewat Baksos Kesehatan Hari Jadi Pasuruan ke-1097