Jakarta, PONTAS.ID – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengukur sejauh mana makna kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Tokoh masyarakat Jakarta Utara, Ronny Tanuwijaya, menyoroti makna Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, adil dan makmur. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan setiap 17 Agustus, tetapi harus diwujudkan melalui keadilan dan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh rakyat.
“Berdaulat, adil dan makmur itu gampang dikatakan. Tetapi pertanyaannya, apakah rakyat kita sudah merasakan keadilan dan kemakmuran?” ujar Ronny dalam refleksinya, Rabu (19/8/2026).
Ronny mengatakan, kemerdekaan seharusnya dimaknai lebih luas, bukan hanya terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus memberikan kehidupan yang layak, kesempatan yang setara serta kepastian memperoleh keadilan.
Ia menilai masih adanya kesenjangan ekonomi, persoalan lapangan pekerjaan dan akses kesejahteraan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
“Jangan sampai kemerdekaan hanya menjadi perayaan setiap tanggal 17 Agustus. Kemerdekaan harus terasa dalam kehidupan rakyat,” katanya.
Menurut Ronny, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik. Hal yang lebih penting adalah seberapa besar hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat, khususnya kelompok kecil dan rentan.
“Kalau rakyat masih merasa kesulitan, masih merasa tidak mendapatkan keadilan dan belum merasakan kemakmuran, berarti perjuangan kita belum selesai,” tegasnya.
Ia pun mengajak pemerintah, pemangku kebijakan dan seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum evaluasi sekaligus memperkuat persatuan.
“Indonesia sudah merdeka 81 tahun. Sekarang waktunya memastikan kemerdekaan itu benar-benar hadir dalam kehidupan rakyat,” pungkas Ronny.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: V. Cahya
















