Nurgita Tiyas Buka Sosialisasi tentang Kewaspadaan Pernikahan Dini

Kabupaten Banjar, PONTAS.ID – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hj Nurgita Tiyas mengatakan, pernikahan dini bisa membawa dampak buruk. Yaitu melajunya angka perceraian, angka kematian ibu, angka kematian bayi dan terjadinya keterlambatan tumbuh kembang anak alias stunting.

“Usia pernikahan anak dan usia calon pengantin merupakan salah satu kegiatan berkolerasi terhadap ketahanan keluarga yang ada di Kabupaten Banjar,” kata Nurgita Tiyas ketika menghadiri Sosialisasi Pernikahaan Anak Usia Dini di SMA Negeri 1 Martapura Kamis (03/11/2022).

Nurgita Tiyas menjelaskan, sosialisasi bakal diisi penyampaian materi tentang kesehatan reproduksi dan kanker payudara. Juga akan menjadi pilar pembangunan yang mumpuni, paling tidak untuk daerah Kalimantan Selatan.

Dikatakannya, melalui Dinsos P3AP2KB dan Disdik bisa bersinergitas tentang pembangunan manusia yang ada di Kabupaten Banjar.

“Kami menginginkan ketahanan keluarga yang dimulai dari awal mereka memasuki usia lulus sekolah guna mencapai kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Kepala SMAN 1 Martapura Eko Sanyoto menambahkan, tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman. Memberikan pembelajaran dan inspirasi yang bermakna bagi anak didik generasi penerus bangsa.

“Siswi didik kita beri pembekalan supaya menjadi generasi yang tangguh dan generasi yang nantinya bisa menerima tongkat estafet pendidikan untuk kehidupan berbangsa,“ ucapnya.

Sosialisasi ini juga dihadiri Kepala Dinsos P3AP2KB Hj Siti Hamidah dan Kabid Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Merilu Ripner selaku narasumber. Kepala Dinas Pendidikan Liana Penny dan Forum Anak Kabupaten Banjar.

Penulis : Muhammad Amin

Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleNota Kesepakatan KUA-PPAS Provinsi Kepri Resmi Disahkan
Next articleMTQ Korpri VI Tingkat Nasional, Asahan Kirim 2 Kafilah