Jakarta, PONTAS.ID – Kekayaan alam nusantara Indonesia sangat indah, begitu juga dengan keindahan wisata yang sangat menarik bila kita pelihara. Sadar dengan potensi bahari yang melimpah, Kabupaten Selayar unjuk gigi diajang Deep & Extreme 2018. Kabupaten yang berada di Sulawesi Selatan tersebut mempromosikan berbagai spot diving dan Taman Nasional Takabonerate.
“Selayar sangat terkenal dengan daya tarik budaya dan alam, khususnya wisata bahari. Ditahun ini juga akan ada event international diving dikemas dalam underwater exhibition yang di dalamnya ada ajang menyelam di spot-spot diving,” kata Bupati Kabupaten Selayar Muhammad Basli Ali saat melakukan presentasi di acara Deep & Extreme 2018, Jakarta, Rabu, (14/3/18).
Selain mempromosikan 30 event tahunan Pemkab Selayar yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2018. Basli Ali juga mengatakan, keikutsertaannya kali ini diharapkan bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan berwisata Selayar.
Terlebih Selayar memiliki berbagai spot selam berkelas internasional. Mulai dari Spot JWP (Jinato Paradise Wall), Wall Reef Latondu, Ibel Orange (Tinabo), dan Magic wall (Pantai Timur) serta tur menjelajah pulau suku Bajo (Rajuni Kiddi).
“Selayar memiliki garis pantai 670 Km terpanjang di Sulsel dan terbanyak jumlah pulaunya mencapai 132 buah. Di tingkat internasional, Kepulauan Selayar dikenal memiliki karang atol terbesar ketiga dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldive (Maladewa),” katanya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Selayar Andi Abdurrahman menambahkan, pihaknya membawa tiga operator wisata lokal Selayar dan dua Duta Karang Taman Nasioanal Taka Bonerate.
“Selain itu mengikutkan pelaku usaha pariwisata, penyedia jasa travel dan hotel yang ada di Selayar supaya dapat menjual langsung paket wisatanya kepada pengunjung. Semua kita kerahkan untuk menjaring minat pelaku usaha wisata selam, petualangan dan pecinta alam,” ujar Andi Abdurahman.
Andi juga menceritakan, Keindahan Taman Nasional Takabonerate memiliki Atol terbesar ketiga di dunia. Ia meyebut di sana merupakan lokasi favorit pencinta wisata bahari seperti sailing, diving, snorkeling, berenang, camping, fishing, hingga bermalas-malasan dengan tujuan melepas kejenuhan dalam beraktifitas.
“Kawasan ini menjadi salah satu ikon pariwisata kelas bahari dunia yang ada di Sulawesi Selatan, dan sempat menjadi tempat diselenggarakannya event internasional Sail Indonesia,” katanya.




























