Jakarta, PONTAS.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerataan ekonomi di sektor pertanian melalui upaya-upaya mensejahterakan petani dengan berbagai program inovasi dan kemitraan.
“Pertanian dapat menjadi leading sector untuk memperkecil kesenjangan ekonomi dengan memperhatikan kesejahteraan petani yang menjadi penentu dalam ketahanan pangan,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, Jakarta, Rabu, (7/3/18).
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja mengatakan, komitmen dunia usaha dalam pengembangan sektor pertanian telah dilakukan dengan konsisten dan berkelanjutan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-empat pada 8-9 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).
Acara tersebut, berfokus pada sasaran menuju swasembada yang kompetitif dan berkelanjutan serta mendorong produk-produk unggulan nasional menjadi primadona dunia. Ajang ini sebagai langkah food security sama dengan national security, pemberdayaan petani, petambak dan nelayan melalui wadah Koperasi.
Ia menyatakan kontinuitas penyelenggaraan program ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong iklim usaha di Indonesia terkait dengan upaya ketahanan pangan agar semakin kondusif.
“Produktivitas di sektor pangan harus ditingkatkan dari tahun ke tahun dan sektor pertanian yang banyak menyerap tenaga kerja harus selalu diupayakan kemajuan dan pengembangannya,” ungkap dia.
Wakil Ketua Umum KADIN bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, Juan P. Adoe menambahkan, industri makanan dan minuman hingga industri peternakan memiliki peran yang sangat strategis dalam pengolahan komoditas pangan nasional.
“Tidak hanya dalam ketersediaan produk pangan, industri juga berperan dalam perluasan lapangan pekerjaan. Kami pun mendukung sepenuhnya terhadap upaya kesejahteraan petani sebagai pelaku di sektor hulu,” kata Juan.




























