Jakarta, PONTAS.ID – Sorotan Presiden Prabowo terhadap penempatan Sultan Kutai Kartanegara di kursi belakang memicu polemik publik, yang menurut Sultan Banjar Pangeran Khairul Saleh harus disikapi dengan kepala dingin dan pemahaman sejarah bangsa.
Pangeran Khairul Saleh mengatakan polemik tersebut perlu disikapi secara jernih dengan memahami peran historis kerajaan dan kesultanan dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengingatkan bahwa sebelum Indonesia berdiri, Nusantara terdiri dari berbagai kerajaan dan kesultanan yang berperan besar dalam perjuangan melawan penjajah.
“Dari kerajaan dan kesultanan inilah lahir banyak pahlawan nasional yang berjasa besar bagi kemerdekaan Indonesia,” kata Pangeran Khairul Saleh, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, menjelang Proklamasi 1945, Presiden Soekarno bermusyawarah dengan para raja dan sultan yang kemudian sepakat menyerahkan wilayah dan kekuasaan mereka untuk bergabung ke dalam NKRI. Bahkan, sejumlah kerajaan turut memberikan dukungan finansial bagi Republik yang baru berdiri.
Terkait insiden penempatan kursi Sultan Kutai, Pangeran Khairul Saleh menilai hal tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan persoalan keprotokolan, mulai dari faktor teknis hingga administratif. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah menegaskan bahwa penataan tempat duduk merupakan kewenangan protokol Istana.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak kerajaan dan kesultanan Nusantara merasa terhormat atas sikap Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka mempertanyakan penempatan kursi Sultan Kutai dalam acara tersebut.
“Hal itu menunjukkan pemahaman Presiden terhadap sejarah bangsa Indonesia,” ujar Pangeran yang juga Anggota Komisi XIII DPR ini.
Pangeran Khairul Saleh yang juga Bendaha Umum DPP PAN ini berharap polemik ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar ke depan penghormatan terhadap tokoh adat dan sejarah bangsa dapat semakin diperhatikan, serta disikapi dengan kebesaran hati.
Seperti diketahui, dalam acara peresmian megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Presiden Prabowo tampak heran saat mengetahui Sultan Kutai Kartanegara ditempatkan di barisan belakang dan langsung menegur hal tersebut di hadapan para undangan




























