Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI terus mendorong peningkatan literasi budaya membaca di masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai program dan upaya untuk menumbuhkan minat baca, serta pemahaman terhadap budaya bangsa. MPR RI menekankan pentingnya literasi budaya dalam membangun sumber daya manusia unggul dan melestarikan warisan budaya.
Literasi budaya membaca merupakan fondasi penting dalam membangun SDM yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apalagi, budaya membaca dan menulis yang kuat akan melahirkan generasi yang cerdas, berwawasan luas, dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa.
Berdasarkan Publikasi Hasil Kajian Perpustakaan Indonesia Tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas RI) dan PT Indekstat Konsultan Indonesia pada akhir tahun lalu mengungkapkan bahwa kegemaran membaca masyarakat Indonesia menunjukkan tren positif.
Tingkat Gemar Membaca (TGM) masyarakat Indonesia pada 2024 berada pada poin 72,44. Capaian itu meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 66,70. Meski meningkat, capaian TGM pada 2024 masih masuk kategori sedang.
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan bahwa buku memiliki peran besar dalam mewujudkan generasi emas bangsa Indonesia. Menurutnya, bangsa hebat akan lahir salah satunya dari budaya membaca dan menulis.
Oleh karenanya, Ibas mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan literasi dan menjadi generasi yang maju, cerdas, terdidik, serta berakhlak mulia.
“Ini adalah pertemuan dari hati ke hati, yang ingin melihat bangsanya lebih maju. Dari balik lembar-lembar kertas itu terpancar ilmu, harapan, perjalanan umat manusia, dan kalau saya boleh memetik dari seorang ilmuwan besar dunia, Carl Sagan yang mengatakan bahwa ‘membaca adalah cara manusia berbicara dengan masa lalu dan menjadi jembatan untuk masa depan’,” kata Ibas.
“Tak ada bangsa yang akan menjadi besar tanpa rakyat yang gemar membaca dan terbiasa berpikir dan berkarya nyata,” lanjutnya.
Untuk itu, Edhie Baskoro Yudhoyono Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini mengajak generasi muda untuk memperkuat budaya membaca.
“Mari kita terus memperkuat budaya membaca dan menulis. Apakah itu melalui buku maupun peralatan teknologi yang bisa memperkuat ilmu wawasan dan pengetahuan kita,”
“Literasi bukan sekedar kita bisa membaca tulisan tapi bagaimana kita bisa memahami isi, menyaring maknanya, dan bertindak dalam aksi serta melakukan kebiasaan terbaik dalam kehidupan ini,” jelasnya.
Ibas kemudian mengutip apa yang disampaikan oleh Bung Karno. “Oleh karena itu, seperti yang dikatakan Bung Karno: orang yang berhenti membaca maka ia akan berhenti tumbuh. Kalau kita ingin maju, mari kita terus membaca dan terus belajar,” serunya.
Lebih lanjut, Ibas menyoroti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Seperti eksistensi AI, hingga teknologi transportasi yang semakin canggih di belahan dunia lain. “Perkembangan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kualitas, akibat dari perkembangan teknologi.”
Oleh karena itu, sebagai Pimpinan MPR RI, tentu Ibas menginginkan tidak adanya keterlambatan dari pola pendidikan dan persiapan bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai perkembangan teknologi dunia.
“Memikirkan bagaimana persaingan kita ke depan. Cara supaya anak dan generasi muda kita bisa lebih canggih, lebih hebat, dan lebih maju.”
“Untuk itu, saya sebagai wakil rakyat dan Pimpinan MPR RI, tentu menginginkan tidak terjadinya keterlambatan dari pola pendidikan, pola pemahaman, dan persiapan bagi generasi muda kita.”
Salah satu cara tersebut adalah dengan meningkatkan literasi. “Bagaimana kita meningkatkan literasi terhadap keterampilan dan meningkatkan kemampuan kita dalam baca-tulis,” jelasnya.
“Seperti apa yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali: ilmu tanpa amal adalah sia-sia, dan amal tanpa ilmu adalah buat; diibaratkan seperti sesuatu yang tidak utuh atau tidak bermakna. Kita tidak boleh tersesat dalam pendidikan,”
Ibas pun optimis bahwa generasi muda memiliki harapan besar dalam memajukan negeri. Bersatu, kompak, menjaga martabat bangsa.
“Kami ingin melihat proses belajar-mengajar kalian di manapun berada, terus lebih maju dan berkembang. Mendukung penuh agar pendidikan kita semakin maju, mudah, murah, dan berkualitas. Kita ingin anak-anak kita, para pelajar, memiliki karakter yang baik, positif, optimis dan tentunya bisa memiliki jawaban-jawaban atas segala permasalahan dan tantangan.”
“Mengutip dari Mahatma Gandhi: be the change that you wish to see in the world (jadilah perubahan yang ingin kamu lihat di dunia ini). Kalian harus bisa menjadi perubahan untuk diri kita sendiri, untuk kita melihat dunia, tidak hanya melihat sekolah kita, kabupaten kita, tapi kita harus melihat ke dunia,” pungkasnya.
*Tingkatkan Gemar Membaca *
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan dibutuhkan beragam kreativitas dan kolaborasi dengan lebih banyak pihak untuk mendapatkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan gemar membaca di kalangan masyarakat terutama generasi muda.
Untuk itu, kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan serta generasi muda harus terus diwujudkan untuk mendorong peningkatan literasi di tanah air.
“Berbagai upaya kreatif untuk meningkatkan literasi masyarakat melalui sejumlah program yang mendorong agar masyarakat khususnya generasi muda gemar membaca harus terus dilakukan di tengah sejumlah keterbatasan yang kita hadapi saat ini,” kata Lestari.
Lestari berharap upaya untuk mewujudkan gemar membaca menjadi sebuah gerakan yang dapat melibatkan semua pihak terutama generasi muda, sehingga berdampak lebih luas.
Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI dari dapil II Jawa Tengah itu menilai upaya meningkatkan gemar membaca generasi muda merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan literasi di berbagai sektor.
Dengan semakin baik literasi, generasi muda diharapkan dapat memahami sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa ini, sehingga dapat ikut berperan aktif dalam mengatasi sejumlah tantangan tersebut.
Legislator dapil Jateng II itu berharap para pemangku kepentingan dapat menciptakan sejumlah kreativitas untuk meningkatkan minat baca masyarakat dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal yang dimiliki seperti Taman Bacaan Masyarakat yang tersebar di sejumlah daerah.
Ia meyakini dengan keterlibatan semua pihak, upaya peningkatan kegemaran membaca generasi muda dapat lebih masif dan diharapkan mampu meningkatkan literasi setiap warga negara. (***)
Penulis : Luki Herdian
Media : PONTAS.ID
Provinsi: DKI Jakarta




























