Genjot Pasokan Air Bersih, Pemkab Malang Siapkan SPAM Diyeng

Malang, PONTAS.ID– Setelah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro yang bertujuan untuk mengatasi kekeringan air di wilayah Malang Selatan khususnya untuk wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Perumda Tirta Kanjuruhan kembali akan menerima bantuan pembangunan SPAM, dengan memanfaatkan Sumber Diyeng di Desa Sukorejo Kecamatan Gondanglegi.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Perumda, Wahjoe Darmawan saat ditemui dikantornya, Kamis (16/5/2024) mengatakan dengan debit air yang dimanfaatkan 240 liter/detik, Sumber Diyeng akan direncanakan melayani di 4 wilayah rawan air yaitu Kecamatan Bantur, Pagak, Donomulyo dan Kalipare. “Dengan 4 wilayah kecamatan tersebut diharapkan dapat melayani potensi calon pelanggan sejumlah 23.900 SR, yang akan direalisasikan pada tahun 2025 nantinya” tambah Wahjoe.

Untuk dapat merealisasikan pembangunan SPAM Diyeng, maka diperlukan pembangunan 11 tandon yang akan menghubungkan jaringan pipa, nantinya untuk mengalirkan air secara estafet dari titik sumber. Wahjoe melanjutkan “Lokasi tandon SPAM Diyeng dimaksud direncanakan berada di desa Rejoyoso, desa Karangsuko, desa Karangsari Kecamatan Bantur, Desa Sumberejo, desa pagak, desa Sempol,kecamatan Pagak, desa Donomulyo, desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo, Desa Putukrejo, desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare,” lanjutnya.

Setelah dilaksanakan pengecekan lokasi yang direncanakan, Perumda Tirta Kanjuruhan yang didampingi Dinas Pertanahan Kabupaten Malang, menyelenggarakan konsultasi publik
mulai tanggal 13 – 16 Mei 2024. Acara ini bertujuan untuk mengidentifikasi lahan yang diperuntukkan untuk mendukung pembangunan SPAM Diyeng, tertib dalam hal dokumen kepemilikan lahan, menyamakan persepsi terkait proses pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Di setiap lokasi pelaksanaan konsultasi publik, dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, pemilik tanah, perwakilan OPD diantaranya, Bappeda, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, PU SDA, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Bagian Hukum dan Dinas Pertanahan.

Penulis: Bagus Yudhistira
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleGolkar: RUU Kementerian Menjadi Dasar Presiden untuk Menyusun Kabinet
Next articleKompak, 4 Organisasi Pers Tolak UU Penyiaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here