Program Budidaya Jamur Tiram, Kepala Desa Malang Semirang Berikan Pelatihan Kepada Masyarakat

Indramayu, PONTAS.ID – Selain menjadi Kepala Desa, Rusmono Syafi’i adalah petani budidaya Jamur yang terbilang sukses, Rusmono sendiri berasal dari Desa Malang Semirang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Dirinya menceritakan sekarang sudah mempunyai tiga kumbung atau rumah jamur dengan jumlah 5000 ribu baglog (bibit jamur) yang semula bermodalkan hanya 100 baglog, Minggu (5/02/2023).
Rusmono menjelaskan bahwasanya baglog sendiri dibeli dengan harga 3500 rupiah per buahnya, biasanya dalam kurun waktu satu bulan perawatan, baglog sudah bisa menghasilkan jamur dan siap dipanen. Menurutnya, budidaya jamur tiram sudah ia geluti sejak enam bulan terakhir dan sebagai percontohan progam pemberdayaan masyarakat Desa Malang Semirang.
“Awalnya saya hanya membangun satu kumbung untuk menyimpan baglog dan bertambah menjadi 2, tetapi permintaan jamur tiram makin banyak dan saya ini kewalahan, makanya saya bikin satu lagi kumbung jamur tiram,” ujar Kepala Desa Malang Semirang, Rusmono Syafi’i.
Untuk masa panen jamur sendiri, lanjutnya, biasanya satu bulan dan itu diambil setiap hari, selagi kondisi baglognya masih dibilang bagus untuk menghasilkan jamur, tapi jika sudah kecoklatan dan ringan tandanya baglog tidak bisa menghasilkan jamur lagi.
“Perawatannya cukup mudah tinggal kita siram saja setiap pagi di bagian baglognya, tapi jangan menyiram pas mau di panen karena akan berdampak pada hasil timbangannya,” terangnya.
Untuk pemasaran sendiri Rusmono tidak mengalami kendala, malah permintaan dari konsumen dan agen semakin meningkat, untuk itu dia menawarkan keahliannya itu kepada masyarakat Semirang supaya ada penghasilan tambahan selain dari pertanian. “Dari harga jual sendiri kalau di agen dijual 12 ribu perkilonya, sedangkan setelah mencapai pasar harganya bervariatif antara 16 sampai 18 ribu,” katanya
“Untuk Hasil panen jamur tiram putih sendiri kita bisa mencapai 37 kilo setiap harinya, dari 5000 baglog, kalau rupiahkan rata rata 400 ribuan per harinya jika masa panen, kadang kita masih kewalahan dalam menerima permintaan yang begitu tinggi, sedangkan kita belum bisa memenuhi permintaan permintaan yang diluar kapasitas kami,” imbuhnya.
Rusmono juga melakukan program  memberdayakan masyarakat Desa Semirang dan memberikan pelatihan cara budidaya jamur tiram dengan mendatangkan para ahli di bidangnya, dan sudah ada 3 warganya yang berhasil membudidayakan jamur tiram.
“Alhamdulilah untuk saat ini sudah ada tiga petani jamur tiram yang kita berdayakan, harapan saya sih budidaya ini bisa berkembang dan bisa menjadi salah satu tambahan mata pencarian masyarakat Malang Semirang selain bercocok tanam,” ujarnya.
Penulis: Cartono
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleTemui Presiden, Dewan Pers Sampaikan soal Penegakan Etika 
Next articlePemerintah Didesak Segera Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Gempa Turki