Wakil Wali Kota Tanjungpinang Pimpin Rapat Rumusan Pengendalian Inflasi

Tanjungpinang, PONTAS.ID – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdulah memimpin rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bulan Juni, di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali klKota Tanjungpinang, Kepri, Selasa (28/6/2022).
Dalam rapat tersebut, Endang menekankan perlunya membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin dan harga terjangkau.
“Maka itu, perlu langkah strategi bagaimana kemitraan itu bisa menjamin ketersediaan kebutuhan pangan agar tetap ada dan harganya juga murah,” ucap Endang.
Endang mengingatkan  bahwa dalam menghadapi Idul Adha Juli mendatang, tim diharapkan selalu berkoordinasi agar aktif melakukan sejumlah langkah pengendalian untuk menjaga agar laju inflasi rendah dan terkendali.
Karena, kata dia, saat ini ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti cabe. Tidak menutup kemungkinan harga hewan kurban juga ikut naik. Jadi, perlu menjadi perhatian bersama.
“Saat ini, ketersediaan sapi kurban kita cukup. Namun, perlu diantisipasi stabilitas harganya dan kecukupan pasokannya,” tegasnya.
Oleh karena itu, melalui rapat ini, Endang mengajak tim TPID untuk bersama-sama menyusun serta merumuskan langkah strategi dalam pengendalian inflasi di kota Tanjungpinang.
“Kita turun ke lapangan untuk mencari informasi faktor-faktor apa saja penyebab inflasi, lalu kita cari solusi terbaik untuk menyeimbangi inflasi yang terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, Mangamputua Gultom menjelaskan bahwa inflasi kota Tanjungpinang pada bulan Mei sebesar 1,02%. Salah satu penyumbang utama inflasi tersebut adalah kelompok transportasi dengan andil 0,34%.
“Andil transportasi ini terjadi karena adanya kenaikan tarif angkut udara akibat banyaknya permintaan menjelang hari raya Idul Fitri dan arus balik penumpang angkutan udara. Jadi, lebih disebabkan adanya kebijakan diperbolehkan mudik lebaran kemarin,” ucapnya.
Selanjutnya menurut Gultom, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil sebesar 0,56%. Komoditas pemberi andil dari kelompok ini diantaranya daging ayam ras sebesar 0,0853%, ikan selar 0,0836%, cabai hijau 0,0386, cabai rawit 0,0276%, dan kangkung 0,0031%.
“Namun, tiga kelompok pengeluaran masyarakat tidak mengalami perubahan seperti perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga, pendidikan, informasi dan komunikasi. Artinya stabil dibandingkan dengan kondisi pada bulan April lalu,” jelasnya.
Dalam rapat terssebut, tim TPID juga menyampaikan berbagai langkah strategis dalam mengendalikan inflansi di kota Tanjungpinang. Seperti, pemko dapat memanfaatkan lahan terlantar dengan sistem perjanjian kepada petani kita untuk bercocok tanam hingga melakukan pengawasan dan pemantauan harga di pasar dan distributor.
Rapat juga diikuti, Pj. Sekretaris Daerah, Yuswandi, Asisten II, Bambang Hartanto, BI, BUMD, Badan Karantina.
Penulis: Thomson Budi
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleDispermasdes Kendal Sosialisasi Pembentukan dan Penguatan Manajemen BUM Desa 
Next articleSambut Hari Bhayangkara ke-76, Polresta Tanjungpinang  Gelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here