Pasuruan, PONTAS.ID – RSUD Bangil terus berinovasi untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada pasien. Kali ini adalah Stroke Holistik yang merupakan singkatan dari Pra hospital dengan teknik fibrinolysis dan komprehensif.
Inovasi ini dikeluarkan agar masyarakat bisa mengenali tanda-tanda atau gejala stroke sedini mungkin, sehingga bisa langsung dilakukan penanganan agar tidak terlambat.
Seperti pada umumnya, stroke itu terjadi secara mendadak yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kecacatan sebagian, bahkan seluruh tubuh.
Untuk mengatasinya, tindakan cepat dan sedini mungkin harus dilakukan supaya bisa pulih dari kelumpuhannya. Salah satunya dengan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time).
“Tidak ada stroke yang pelan-pelan. Jadi orang lagi beraktifitas tiba-tiba tangannya lemah sebelah, sulit berbicara, wajahnya pun turun sebelah gitu. Itulah gejala stroke yang harus segera ditangani dengan cepat,” kata Direktur RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina melalui dr Azis selaku dokter spesialis syaraf, Selasa (5/4/2022) siang.
Azis menjelaskan, Inovasi Stroke Holistik dimulai dari pelayanan PraHospital melalui penjemputan oleh tim BEST (Bangil Emergency Service Team) untuk masyarakat yang terkena stroke.
“Kemudian dilanjutkan penanganan di Rumah Sakit secara komprehensif dan kolaboratif. Dimulai dari pemeriksaan untuk menegakkan diagnostik, dan selanjutnya dilakukan terapi yang tepat,” terang Azis.
Menurutnya, saat ini teknik fibrinolistik merupakan langkah cepat penanganan kasus stroke iskemik (stroke yang ditandai dengan kehilangan suplai darah dari sirkulasi secara tiba-tiba pada suatu area di otak) kurang dari 3 jam agar angka kecatatan dan kematian bisa diminimalisir.
“Tujuan inovasi ini adalah mengembalikan kehidupan normal penderita stroke melalui metode penanganan integrasi curative dan rehabilitasi yang bekerja secara komprehensif. Karena tingkat penyembuhan yang bisa diraih hampir 80 persen,” tegasnya.
Seperti diketahui, hingga kini stroke masih menjadi penyebab kematian terbanyak ketiga di Indonesia. Yakni mencapai 138.268 jiwa atau 9,7% dari total kematian.
Dari catatan RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan, kunjungan pasien stroke di RSUD Bangil tahun 2021 mencapai 465 pasien. Dari jumlah tersebut, sebanyak 215 pasien meninggal dunia. Maka dari itu, setiap anggota keluarga yang mengalami gejala stroke, dihimbau untuk membawa ke rumah sakit dengan segera.
“Dengan adanya RSUD Bangil tentu saja untuk mempermudah akses masyarakat wilayah Kabupaten Pasuruan dalam mendapatkan penanganan serangan stroke mendadak secara cepat,” pungkasnya.
Penulis: Abdullah
Editor: Ahmad Rahmansyah
















