Pemkab Trenggalek dan DPRD Kebut Bahas Perda Layak Anak

Trenggalek, Pontas.ID – DPRD Kabupaten Trenggalek melalui Panitia Khusus (Pansus) II kembali membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Kabupaten/Kota Layak Anak.

Rapat yang dilaksanakan di ruang badan musyawarah Kantor DPRD Trenggalek yang membahas Raperda Kabupaten Layak Anak ini merupakan tindak lanjut atas penobatan Kabupaten Trenggalek menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Pansus II DPRD Trenggalek membahas terkait dengan Raperda Kabupaten Layak Anak. Setelah melalui beberapa pembahasan yang cukup alot, akhirnya Raperda ini mendasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 25 tahun 2021 tentang kabupaten/kota layak anak,” ucap Wakil Ketua Pansus II  Amin Tohari saat dikonfirmasi usai rapat, Selasa (12/10/2021).

Lanjut Amin, penghargaan Kabupaten Layak Anak yang diterima ini naik satu tingkat. Menurutnya, Trenggalek pernah mendapatkan pratama 1 kali di awal-awal. Kemudian Madya 2 kali berturut-turut dan sekarang ini Nindya.

“Pertama kita mendapat pratama terus madya, madya dan sekarang Nindya,” imbuhnya.

Dalam pembahasannya kali ini, dirinya menyebut ada beberapa poin yang perlu dimasukkan. Mengingat Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang meraih penghargaan dari sisi layak anak dengan nominasi Nindya.

“Ada 3 tahap penghargaan yang sudah ada, yaitu pratama, madya dan nindya. Dan Trenggalek masuk kategori ketiga, sehingga kita berharap ketika ada pembahasan Raperda soal Kabupaten Layak Anak. Penghargaan dan nominasi ini bisa didukung sepenuhnya dengan adanya Raperda ini,” jelas Amin.

Ia menuturkan, jika tadi ada saran dari tim teknis dan juga anggota Pansus agar Raperda ini ada penyesuaian yang akan dimasukkan dalam draf Raperda.

Dengan begitu, lanjutnya Pansus II menyampaikan kesiapan dari Tim Asistensi juga OPD terkait agar dalam jangka waktu seminggu segera menyelesaikan penyesuaian draf Raperda.

“Target, untuk penyelesaian pembahasan Raperda Kabupaten Layak Anak akan selesai di bulan Oktober ini. Kan kita masih ada waktu sampai bulan Desember, sehingga pembahasan ini harus dikebut,” ujarnya.

Diharapkan diakhir tahun 2021, pembahasan-pembahasan sisa Raperda segera bisa diselesaikan dan diparipurnakan.

“Perlu diketahui, komitmen Pemkab untuk menjadikan Trenggalek sebagai daerah yang inklusif tidak perlu diragukan lagi. Selain itu Raperda layak anak yang tengah dalam pembahasan, saat ini desa-desa juga mulai mengalokasikan anggaran untuk pemenuhan hak-hak anak dan membentuk desa layak anak,” pungkasnya.

Penulis: Saelan

Editor: Fajar Virgyawan Cahya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here