Dongkrak Industri Ketenagalistrikan, Menperin Dorong Peningkatan TKDN

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita terus mendorong optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor ketenagalistrikan. Hal ini sebagai upaya subtitusi produk impor di tengah berkembangnya industri mesin dan peralatan pendukung ketenagalistrikan di Indonesia.

”Seluruh masyarakat dan industri memerlukan listrik yang ketersediaanya terus berlanjut, terjangkau, dan cukup. Hal tersebut dapat memacu industri dalam negeri untuk menyediakan produk ketenagalistrikan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Agus di Jakarta, Minggu (29/08/2021).

Agus berharap upaya ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan produk dalam negeri. Berbagai program sudah disiapkan oleh pemerintah untuk sektor ini, salah satunya dengan menyediakan 9.000 sertifikat TKDN gratis.

Mengingat begitu pentingnya sektor industri ini, Kemenperin terus berupaya mendorong pelaku industri kelistrikan untuk meningkatkan penguasaan teknologi, sehingga TKDN setiap produknya juga ikut meningkat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya substitusi produk impor, sekaligus meningkatkan kemandirian industri ketenagalistrikan di Tanah Air.

Saat ini kata Agus, terdapat 3.404 produk peralatan kelistrikan yang bersertifikat, dengan nilai capaian TKDN di bawah 25 persen berjumlah 413 produk.

Kemudian antara 25-40 persen mencapai 664 produk, dan melebihi 40 persen terdapat 2.327 produk.

Untuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), Kemenperin telah memberikan sertifikasi dalam periode 2018-2021 kepada 40 IKM yang mengikutsertakan 230 produk dengan nilai TKDN di atas 25 persen.

Sebanyak 28 produk di antaranya merupakan peralatan kelistrikan. Kemenperin juga telah menerbitkan regulasi pengoptimalan TKDN untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 54 Tahun 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

“Keberadaan listrik ibarat jantung bagi kehidupan sektor industri. Itu sebabnya, tidak berlebihan apabila investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia selalu menanyakan ketersediaan pasokan listrik,” ujar Agus.

Penulis: Fajar Virgyawan Cahya
Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articleHUT ke-76, Gus Jazil: MPR Harus Hadir di Tengah Kesulitan Masyarakat
Next articlePolsek Kepulauan Seribu Selatan Gencarkan Program Vaksinasi Covid-19