TWK Adalah Sesuatu yang Lumrah

Syarief Hasan bersama Yanuar Prihatin dan Sunanto dalam diskusi Empat Pilar MPR di Kompleks Parlemen Senayan
Syarief Hasan bersama Yanuar Prihatin dan Sunanto dalam diskusi Empat Pilar MPR di Kompleks Parlemen Senayan

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengaku prihatin munculnya kegaduhan akibat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).

Menurut Syarief Hasan pelaksanaan TWK merupakan sesuatu yang wajar, dan tidak perlu diributkan. Tetapi, semestinya hasil TWK bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan pegawai KPK menjadi ASN.

Selain hasil Tes Wawasan Kebangsaan, kelulusan pegawai KPK menjadi ASN seharusnya turut mempertimbangkan komponen yang lain. Seperti, Integritas loyalitas, prestasi serta Pendidikan. Jadi bukan hanya semata-mata bergantung pada hasil TWK.

“Mestinya ada skoring yang jelas dari semua komponen, bukan hanya hasil TWK semata. Agar tidak terjadi kasus pegawai yang minim prestasi diangkat menjadi ASN. Sementara pegawai lain yang prestasinya besar, memiliki Integritas dan loyalitas serta Pendidikan baik, malah tidak diangkat menjadi ASN karena tidak lulus TWK,” kata Syarief Hasan saat menjadi narasumber diskusi Empat Pilar MPR,di Media Center MPR DPR RI Senayan Jakarta Senin, (7/6/2021).

Tema yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah “Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi ASN”. Selain Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, diskusi tersebut menghadirkan dua pembicara lain. Yaitu, Anggota Fraksi PKB MPR RI Dr. Yanuar Prihatin dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau Cak Nanto.

Pada kesempatan itu Syarief Hasan mempertanyakan TWK yang dilaksanakan terhadap pegawai KPK didahului dengan sosialisasi atau tidak. Seperti dalam sekolah formal, semestinya setelah dilakukan Pendidikan, beberapa waktu kemudian dilakukan ujian. Artinya, apa yang sudah diberikan, itulah yang diujikan.

“Ada baiknya, tugas sosialisasi Wawasan Kebangsaan, itu diberikan kepada BPIP. Apalagi, Lembaga tersebut langsung bertanggung jawab kepada Presiden. Sementara Presiden adalah atasan bagi seluruh ASN,” kata Syarief Hasan lagi.

Pernyataan serupa disampaikan Anggota MPR Fraksi PKB, Yanuar Prihatin merasa aneh saat orang meributkan masalah wawasan kebangsaan. Karena wawasan kebangsaan itu adalah sesuatu yang fundamental, penting, dan hakiki bagi bangsa Indonesia.

Yanuar makin bingung karena masalah wawasan kebangsaan, ini baru diributkan sekarang. Yaitu ketika berkaitan dengan pegawai KPK.

“ASN beserta TNI dan Polri adalah pilar yang wajib memahami dan menghayati wawasan kebangsaan. Apa jadinya negara Indonesia bila mereka tidak menghayati wawasan kebangsaan. Demikian juga masyarakat pada umumnya,” kata Yanuar yang juga anggota Komisi II DPR ini.

Sementara itu Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengatakan, wawasan kebangsaan yang sedang diributkan akhir-akhir, ini adalah persoalan yang sudah diselesaikan oleh para pendiri bangsa.

Hanya saja, ada beberapa oknum masyarakat yang mencoba mempersoalkannya lagi, karena tidak ingin bangsa Indonesia membahas soal kemajuan.

“Inilah oknum yang tidak ingin melihat bangsa Indonesia mengalami kemajuan, sehingga mengulang-ulang persoalan yang sudah dibahas dan diselesaikan oleh para pendiri bangsa,” kata Cak Nanto lagi.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here