Bogor, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan mengatakan bulan suci Ramadan adalah saat penuh berkah jika diisi berbagai amal ibadah dan perbuatan baik.
Salah satunya dengan melakukan silaturahmi kepada sesama muslim. Jika dilakukan ikhlas maka berkah dan pahala silaturahmi akan dilipatgandakan.
“Saya merasakan nikmat dan indah dekat dengan ulama dan anak-anak yatim juga para santri,” katanya dalam siaran pers, Kamis (29/4/2021).
Diutarakan Syarief Hasan, hubungan baik dengan Habib Empang sudah terjalin sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa, dan tetap terjaga hingga saat ini.
“Bapak SBY sangat menghormati beliau dan sebaliknya Habibpun sangat menghormati SBY. Habib sebagai ulama selalu memberikan wejangan, nasihat yang selalu diperhatikan oleh SBY. Ini menjadi teladan yang baik yakni terbangunnya sinergitas antara ulama dan umaro,” paparnya.
Berbicara seputar santri, Syarief Hasan mengungkapkan bahwa kebetulan sebagai Pimpinan MPR sedang menggodok program kerja yang khusus untuk santri dan anak-anak yatim.
Sebab, dari berbagai kunjungan ke berbagai pondok pesantren dan kebanyakan santrinya anak yatim, ternyata pemahaman mereka seputar bangsa dan negara sangat baik, termasuk pengetahuan tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang dikenal sebagai Empat Pilar MPR.
“Ini bukti bahwa pengasuh-pengasuh Ponpes telah sangat serius mengajarkan hal tersebut kepada santri-santrinya. Jadi saya rasa, para santri ini ke depannya akan menjadi manusia Indonesia yang unggul baik dari sisi agama, ilmu pengetahuan dan memiliki karakter kebangsaan yang bagus. Program kerja saya nanti adalah bentuk apresiasi, harapan dan perhatian saya untuk mereka,” tegasnya.
Melihat potensi besar para santri, Syarief Hasan mendorong para Pimpinan dan pengasuh ponpes agar terus meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan soal kebangsaan.
“Saya sendiri akan membantu jika dibutuhkan terutama soal materi ajaran atau dalam bentuk kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai luhur bangsa,” tandasnya.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Pahala Simanjuntak




























