Kejari Kota Kediri Segera Tetapkan 2 Nama Calon Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Perpustakaan TA 2018

Kasi Pidsus Kejari Kota Kediri Nur Ngali, SH.MH saat memberikan keterangan kepada pontas.id, Senin (5/4/2021).

Kediri, PONTAS.ID – Tim Kejaksaan Negeri Kota Kediri telah mengantongi dua nama tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan buku perpustakaan SD se-Kota Kediri tahun 2018.

Nama tersebut didapat setelah melakukan serangkaian penyidikan pada pihak-pihak terkait dan penggeledahan di kantor cabang penerbit PT. Intan Pariwara di Kediri, selaku pelaksana pengadaan buku dan juga ke kantor pusat di Klaten Jogjakarta.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Sofyan Selle melalui Kasi Pidsus Nur Ngali, SH.MH mengatakan, bahwa kasus pengadaan buku perpustakaan SD tahun 2018 pada  Dinas Pendidikan Kota Kediri, masih menunggu hasil pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

“BPK selama 10 hari melakukan verifikasi di Kediri untuk menghitung kerugian negara terkait pengadaan buku, tetapi hasilnya sampai saat belum keluar,” katanya kepada pontas.id Di Kediri, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, dari perhitungan tim penyidik kejaksaan kerugian negara sekitar Rp 500 juta, akan tapi pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan dari BPK, karena BPK yang berwenang menyampaikan kerugian negara secara pasti.

Saat ini, pihaknya mengakui telah mengantongi nama-nama beberapa calon tersangka.

“Mohon maaf, untuk saat ini belum bisa kami sampaikan. Yang pasti nantinya akan ada dua tersangka dalam kasus ini, yaitu dari pihak swasta dan Pemkot Kediri ” tandasnya.

Ia menambahkan, penanganan kasus pengadaan buku perpustakaan ini butuh kejelian dan kesabaran. Dan tim telah melakukan penyidikan sampai di luar Kediri, seperti di Klaten dan Jogyakarta.

“Dari hasil penyidikan tersebut, kita bisa mengungkap kasus ini dan fakta-fakta yang gamblang adanya unsur kerugian negara dan perbuatan melawan hukum yang luar biasa,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) nomor : Print-11/M.5.13/Fd.1/02/2020 tanggal 08 Februari 2021, diterangkan bahwa pada lelang Pengadaan buku tersebut dimenangkan oleh CV. Surya Edukasi (SE) dengan nilai kontrak sebesar Rp.906.632.500,00

Dalam Seprindik juga dijelaskan pada tanggal 7 Juni 2018 telah dilaksanakan serah terima pekerjaan pengadaan koleksi buku perpustakaan SD Negeri dengan jumlah buku total  49.856 buah. Dan Dinas Pendidikan Kota Kediri telah melakukan pembayaran buku kepada CV SE sejumlah Rp.906.632.500,00.

Setelah Tim Penyidik mengumpulkan/ mendapatkan bukti dan dokumen serta meminta keterangan kepada 19 Kepala Sekolah SD Negeri se Kota Kediri, ditemukan bukti permulaan yang cukup adanya indikasi penyimpangan, yaitu adanya proses pengadaan yang melanggar prosedur, setelah dilakukan pengecekan dan penghitungan terdapat kekurangan buku sejumlah 1.436 eksemplar dan terjadi kemahalan harga.

Dalam Seprindik juga diterangkan CV. SE hanya dipinjam bendera saja dan tidak melaksanakan sesuai dalam perjanjian kontrak. Dalam pengadaan buku tersebut mengakibatkan kerugian negara ditaksir Rp.350.000.000.

Penulis : Mun.
Editor    : Fauzi/Agus DC.

Previous articleKeterlibatan Perempuan dan Anak Pada Kejahatan Narkoba Jauh Lebih Besar dari Radikalisme
Next articleBamsoet Dorong Keberadaan BASARNAS di Semua Kota dan Kabupaten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here