PAN Desak Pemerintah Batalkan Impor 1 juta Ton Beras

Ilustrasi bongkar muatan beras impor dari kapal.

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Fraksi PAN DPR Guspardi Gaus merasa aneh dengan kebijakan pemerintah ( Kemendag ) jika tetap memaksakan impor beras 1 juta ton.

Sebab, pada tahun ini produksi beras nasional akan mengalami surplus, khususnya pada panen awal tahun ini. Sehingga kedatangan beras impor ini akan menekan harga beras di tingkat petani.

Menurutnya, berdasarkan data BPS produksi beras nasional mencapai 31,63 juta di 2020. Potensi produksi beras sepanjang Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton, naik 26,84 persen dibandingkan produksi pada periode sama di 2020 yang sebesar 11,46 juta ton. Artinya pada panen raya tahun ini stok beras nasional sangat mencukupi.

“Pertanyaannya apa bijak mengumumkan impor jelang panen raya? Seharusnya Negara bisa  melindungi hasil panen petani, apalagi masa panen raya sudah makin dekat,” ujar Guspardi saat di hubungi Kamis (18/3/2021).

Pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Baleg DPR dengan Kepala BPS dan Dirut Perum Bulog pada Selasa 16 Maret 2021, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso sebagai Dirut Bulog mengaku tidak pernah mengusulkan impor beras pada tahun ini. Bulog hanya mendapatkan penugasan mendadak untuk impor beras 1 juta ton kendati sisa impor beras tahun 2018 belum diselesaikan.

Bulog juga mengaku kesulitan dalam menyalurkan beras yang ada di gudang penyimpanan jika pemerintah harus melakukan impor 1 ton beras lagi,” ujar kata orang Baleg ini.

Menurut Guspardi, kebijakan impor beras ini juga betentangan dengan UU No 18 tahun 2012 Pasal 36 yang berbunyi : (1) Impor Pangan hanya dapat dilakukan apabila Produksi Pangan dalam negeri tidak mencukupi dan/atau tidak dapat diproduksi di dalam negeri. (2) Impor Pangan Pokok hanya dapat dilakukan apabila Produksi Pangan dalam negeri dan Cadangan Pangan Nasional tidak mencukupi.

Disamping itu rencana Kemendag mengimpor beras apalagi jumlahnya tidak main-main 1juta ton, juga bertolak belakang dengan semangat dan himbauan Presiden Jokowi untuk lebih mencintai produk dalam negeri dan membenci produk luar negeri. “Sepatutnya Kemendag mengikuti imbauan Jokowi itu,” tutur anggota Komisi II DPR itu.

Oleh karenanya, Kemendag seharusnya menarik kembali dan membatalkan rencana impor beras yang sudah mendapatkan berbagai penolakan dan menjadi polemik di tengah masyarakat. Kebijakan impor beras jelas akan membuat harga beras di tingkat petani makin ambrol.

“Belum lagi di lakukan impor beras dan baru rencana, harga gabah di tingkat petani terus turun, meskipun petani belum memasuki masa ‘puncak’ panen raya,” tandasnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here