MPR Sosialisasikan Empat Pilar Lewat ‘Tarian Aceh dan Debus’ di Banda Aceh

Jakarta, PONTAS.ID – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tungga Ika terus gencar digelar MPR RI melalui metode Pagelaran Seni Budaya (PSB) yang dilaksanakan dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan menampilkan berbagai budaya di seluruh Indonesia.

Dengan mengangkat ‘Tarian Aceh dan Debus’ oleh Sanggar Seni Gemilang. Acara ini dihadiri oleh Anggota MPR RI (Fraksi PAN) H. Nazaruddin Dek Gam, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR Siti Fauziah, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Tgk. Zainun Muhammad, Kepala Dinas Parawisata Kota Banda Aceh: Iskandar, S.Sos., M.Si, Camat Jaya Baru Kota Banda Aceh, TM Syukri Wardana, S. STP, M.Si, serta Masyarakat dan Pelaku Seni dari Kota Banda Aceh.

Anggota MPR Nazaruddin Dek Gam dalam sambutannya mengatakan bahwa saat melakukan pagelaran seni di Citeureup, Bogor beberapa waktu yang lalu saya sampaikan akan mengadakan pagelaran di Banda Aceh, akhirnya sekarang terwujud disini.

“Sebenarnya dalam pagelaran ini yang hadir cukup ramai karena saya terlepas dari anggota MPR, tapi saya juga pemilik klub sepak bola Persiraja satu-satunya Klub di Sumatera yang lolos ke Liga 1. Apalagi tadi malam sudah diumumkan kita main dimana, ketika para pemain berdiskusi dengan saya Persiraja itu bisa juara atau tidak sih, Insya Allah saya selalu menyampaikan optimis Persiraja harus juara. Ini juga bagian dari salah satu metode sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui olahraga. Jadi, ya memang cara sosialisasi itu bisa dilaksanakan dengan berbagai macam cara,” katanya dalam siaran pers, Kamis (11/3/2021).

Nah, Nasaruddin bilang, budaya di Aceh ini sangat banyak, bukan hanya tari saman, ranup lam puan dan debus tapi masih banyak seni budaya yang lain, kalau ditampilkan semua mungkin tidak cukup waktunya, tapi kita pilih saja seni yang mana bisa terkenang terus di hati masyarakat, oleh karena itu, Insya Allah tahun yang akan datang saya mau request, untuk mengadakannya sosialisasi di Meulaboh, di makam Teuku Umar pahlawan Aceh.

“Jadi dari Banda Aceh ke Meulaboh karena banyak peristiwa sejarahnya Aceh di sana, ya mohon Sekretariat MPR dukung acara kita bersama ini,” ujarnya.

“Kalau bicara Empat Pilar MPR RI tentu saja kita sudah memahami semua tapi saya selalu menyampaikan kalau Empat Pilar di Aceh ini saya selalu menekankan tentang NKRI. Bhinneka Tunggal Ika di Aceh tidak ada masalah, tidak ada konflik, tapi NKRI perlu pemahaman lebih tajam lagi agar kita satu bahasa, satu bendera, satu bangsa, ujar Nazaruddin.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR Siti Fauziah menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT karena pada hari ini bisa berkumpul di Gedung ITLC Kota Banda Aceh ini dalam keadaan sehat wal’afiat di tengah pandemi covid dan disini protokol kesehatan tetap diperhatikan wajib memakai masker, disediakan handsinitizer dan faceshield.

“Saya merasa bangga, karena berapa kali melaksanakan paggelaran seni budaya di beberapa provinsi dengan kesenian yang berbeda-beda. Tapi kali ini, kita mengadakannya di Kota Banda Aceh yang akan menampilkan Seni Rapa’i Debus dan kesenian khas Aceh seperti tari Ranup Lam Puan serta Senam Kreasi Aceh perpaduan tarian dan lagu tradisional dari daerah Aceh,” kata Siti Fauziah.

Acara ini adalah acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui pagelaran seni budaya. Dimana pagelaran seni budaya itu kita mencoba melestarikan kebudayaan-kebudayaan daerah, dan hari ini ada tari Ranup Lam Puan, ada debus, dan ada beberapa tarian lain yang mungkin nanti akan diperagakan, yang akan disaksikan oleh anggota MPR dan Kepala Dinas Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh.

Jadi beberapa waktu yang lalu saat sosialiasi melalui pagelaran seni di daerah Bogor, anggota MPR Nazaruddin Dek Gam tetap menampilkan seni  tari dari Aceh. Jadi, dimana pun sosialisasi dengan metode pagelaran seni budaya, kesenian Aceh harus tetap ada. Jadi, kita harus berterimakasih pada anggota MPR dari fraksi PAN ini karena beliau sudah ikut serta melestarikan seni dan kebudayaan trasional Aceh.

Dalam seni budaya itu selain kita harus melestarikan juga ada tuntunan, panutan di dalamnya, contohnya tari saman kalau gak kompak para penari pasti akan tabrakan, nah itulah perlunya persatuan yang jadi bagian salah satu penerapan dari Empat Pilar MPR RI dan mudah-mudahan setelah menyaksikan pagelaran ini masyarakat yang hadir bisa memahami makna dari Empat Pilar MPR RI, dan mengerti apa itu Lembaga MPR RI (Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia).

Karena atas perintah UU pimpinan serta anggota MPR di tugaskan untuk mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dan Siti berharap setelah menyaksikan pagelaran ini, masyarakat Aceh nanti bisa lebih aktif lagi untuk melestarikan kebudayaan tradisinal Aceh serta memahami makna dari Empat Pilar MPR RI.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here