Banjir Kalsel, 879 Gardu Listrik Dipandamkan Sementara

Ribuan warga Kabupaten Banjar terpaksa dievakuasi dari lokasi banjir dan mengungsi ke tempat aman menyusul ketinggian banjir terus naik hingga mencapai 1 meter merendam pemukiman warga (dok PONTAS)

Jakarta, PONTAS.ID – Imbas banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), PT PLN (Persero) memadamkan sementara 879 gardu listrik, guna menghindari terjadinya korsleting listrik imbas tingginya banjir.

General Manager PLN UIW Kalselteng, Sudirman ,mengatakan pemadaman listrik dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat. Hingga kini pihaknya masih melakukan pemantauan debit air di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami sudah kerahkan seluruh tim untuk melakukan pemantauan debit air di wilayah terdampak banjir, dikarenakan debit air semakin tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, langkah awal yang harus kami lakukan adalah memutus sementara aliran listrik ke Pelanggan yang terdampak,” terang Sudirman, dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu (16/1/2021).

Sudirman memaparkan, total pelanggan PLN yang terdampak mencapai 50.645 rumah tangga. Untuk meminimalisir padamnya listrik di daerah yang tidak terdampak, PLN menerjunkan sebanyak 245 personel untuk melakukan lokalisir jaringan.

“Dari total 879 unit Gardu Distribusi yang terpaksa harus kami padamkan akibat banjir, 113 di antaranya sudah kami alirkan listrik kembali. Kami pastikan akan terus melakukan pemantauan debit air dan segera mengambil langkah cepat melakukan penormalan suplai ke pelanggan,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, banjir di Kalsel mulai terjadi sejak Selasa (12/1/2021) lalu. Ketinggian air rata-rata mencapai dua hingga tiga meter. Kabupaten Banjar dan Tanah Laut jadi yang terparah diterjang banjir.

Penulis: Riana

Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleTingkatkan Kekebalan Tubuh, Bupati Asahan Ajak Istri Bersepeda
Next articleBNPB: 3.571 Rumah Terendam Banjir di Balangan Kalsel