Alur Pelayaran Kumai-Pulang Pisau Sudah Tercatat dalam Sejarah

Foto pelabuhan Kumai zaman dahulu

Pangkalan Bun, PONTAS.ID – Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kumai, Capt. Wahyu Prihanto, mengatakan bahwa saat melaksanakan FGD untuk penetapan alur pelayaran Teluk Kumai dan Pulang Pisau ada beberapa tahapan yang dilalui dan pertimbangan keselamatan berlayar serta history daerah tersebut.

“Dalam penetapan alur ini tahapan-tahapan yang dilalui, yaitu survei, consenering dilakukan di pusatnya Jakarta, sosialisasi penetapan alur pelayaran Teluk Kumai dan Pulang Pisau,” jelasnya, Jumat (18/12/2020).

Kemudian, Wahyu menuturkan, sebagai bahan pertimbangan penetapan ini adalah faktor keselamatan. Adapun, mengenai acuan penataan yang mana sejak zaman kerajaan dulu sudah ada tercatat untuk alur Teluk Kumai dan Pulang Pisau.

Menurutnya, pada tahun 1880 zaman Kesultanan Kotawaringin atau Kutaringin ada beberapa bandar, yakni Bandar Kotawaringin Lama, Bandar Sukabumi di Pangkalan Bun, Bandar Kumai, Bandar Kuala Jelai.

“Jadi, di zaman Kesultanan Kutaringin ini sudah melakukan kegiatan aktivitas transportasi laut. Sampai saat ini terus berkembang, yang mana di Kalimantan Tengah mempunyai potensi sangat luar biasa,” katanya, seraya memberikan foto pelabuhan zaman dulu.

Harapan Wahyu, mudah-mudahan dengan ditetapkan alur pelayaran ini bisa menambah masuknya kapal-kapal nasional maupun internasional, serta kapal nelayan kearifan lokal.

“Untuk Teluk Kumai ini ada tempat parawisata yang sudah terkenal, yaitu Tanjung Puting, tentunya ini menambah aktivitas pelayaran karena adanya kapal yang akan mengunjungi tempat tersebut. Jadi, dengan banyaknya aktivitas pelayaran akan menjadi ketetapan dasar hukum,” paparnya.

Ke depannya, lanjut Wahyu, agar alur pelayaran di Kumai ini, supaya bisa dibaca oleh internasional baik itu secara manual untuk alur pelayaran dan bahkan peta laut yang dibuat dari Hidros TNI AL.

“Dalam hal ini, kami juga akan bersinergi secara keseluruhan untuk meningkatkan potensi yang ada di Kalimantan Tengah dan khususnya di Kumai ini,” tutupnya.

Penulis: Riduan HD

Editor: Riana

Previous articleResmikan PLTS Atap Pertamina, Begini Pesan Menteri ESDM
Next articleSyarief Hasan Luncurkan Buku ‘Nakhoda Menatap Laut’