Dukung UMKM, Teten Sarankan ASN Pakai Batik Lokal

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

Jakarta, PONTAS.IDMenteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan, harus ada market driven agar produksi kain tenun buatan UMKM daerah bisa terserap.

“Misalnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan pakai tenun atau batik dari lokal setempat. Jadi sudah jelas ada penyerapannya. UMKM tak pusing lagi cari market, karena harus sudah disediakan Pemprov dibantu,” tutur Teten, melalui keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (15/12/2020).

Teten yang baru saja melakukan kunjungan ke Sulawesi Tenggara (Sultra) mengatakan, beberapa jenis kain tenun khas Sultra sudah berhasil tembus ke pasar Eropa.

“Selanjutnya bagaimana memperkenalkan tenun khas Sultra ini di negara lain bahkan memiliki pasar sendiri di dalam negeri,” kata Teten.

Teten menuturkan, dirinya kagum lantaran Sultra tak hanya memiliki kekayaan potensi laut, tetapi juga memiliki beberapa kerajinan khas daerah yang bisa memenuhi pasar ekspor. Mulai dari kerajinan tenun, perak, maupun logam yang dikelola di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sultra.

“Saya juga kagum dan baru tahu, ternyata banyak produk UMKM di Sultra ini yang bisa memenuhi pasar luar negeri. Kain tenun ini misalnya motifnya bagus-bagus dan bahannya berkualitas,” paparnya.

Teten mengatakan, kerajinan perak dan logam Sultra pernah menjadi juara nasional produk kreasi UMKM. Untuk itu, KemenkopUKM telah berdiskusi dengan Pemprov Sultra, Dekranasda dan Dinas Perdagangan maupun Dinas UMKM Provinsi, bagaimana supaya para perajin tersebut bisa menjadi high end product, sehingga memiliki harga yang premium.

Lebih jauh, Teten mengingatkan, dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 yang berakibat besar bagi UMKM, perlunya dibangun UMKM by design yang dimaksudkan agar UMKM naik kelas secara cepat.

“Karena kalau yang ada sekarang, UMKM banyak kecil-kecil dan lama untuk naik kelas,” ujarnya.

Meski tahun depan di kuartal I-2021 diperkirakan ekonomi akan mulai bangkit sedikit demi sedikit, tapi bagi UMKM masih cukup berat. Hal ini lantaran daya beli masyarakat yang belum signifikan naik sehingga konsumsi masyarakat masih akan rendah. Kalau sudah begini, menurut Teten, omzet UMKM belum akan mengalami kenaikan.

“Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun depan masih akan terus dilakukan dalam mendorong UMKM terus bangkit di Indonesia termasuk di wilayah Sultra,” tuntasnya.

Penulis: Riana

Editor: Luki Herdian

Previous article2021, Bansos Sembako Diganti Jadi Uang Tunai
Next articleTP PKK Jakpus Gelar Rapid Tes untuk Perempuan