DPR: Perhatikan Protokol Kesehatan dalam Membuka Sekolah

Siswa Memakai Masker Saat di Sekolah
Siswa Memakai Masker Saat di Sekolah

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, menyatakan bahwa wacana akan di mulainya sekolah tatap muka perlu di pertimbangkan dengan seksama, harus ada protokol yang di jalankan secara nasional dan harus flexible mempertimbangkan kondisi sosio-masyarakat.

“Harus ada protokol yang seragam, jelas dan wajib untuk di ikuti secara nasional. Jumlah sisa per kelas harus di batasi, penyemprotan ruangan antar jadwal wajib dilaksanakan. Pemerintah harus mampu memberi keyakinan kepada orang tua akan jaminan mutu protokol kesehatan jika akan di mulai,” kata Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (3/12/2020).

Sebelumnya pemerintah membuka wacana atas rencana akan di mulai segera kelas tatap muka sebagaimana seharusnya. Presiden Joko Widodo pun menyebut perlunya masker khusus anak dalam merealisasikan rencana tersebut.

“Sepakat dengan masker khusus anak. Negara harus hadir untuk memastikan menyediaan ini. Segala hal terkait standar mutu dan keamanan protokol kesehatan menjadi konsekuensi logis yang wajib di sediakan oleh negara di masa pandemik ini” lanjut Azis.

Menyikapi hal ini, Politisi asal Golkar mendesak agar Pemerintah flexible dengan penerapan mix method antara kelas tatap muka dan kelas daring dalam menampung aspirasi dan kekwatiran orang tua siswa. Ia menegaskan bahwa masih banyak orang tua siswa yang belum akan berani mengirim anaknya ke kelas tatap muka.

“Penerapan harus flexible antara kelas tatap muka dan kelas daring. Ini konsekensi yang harus kita jalani. Kita wajib mengakomodir kekwatiran orangtua siswa, di saat yang sama memulai penerapan New Normal sekolah tatap muka,” tegas Azis.

Bekas Ketua Banggar DPR ini lebih lanjut berharap pada waktunya kehidupan masyarakat akan kembali normal dan proses belajar-mengajar dapat terjalin sebagaimana mestinya. Ia juga memberi dukungan moril kepada para guru untuk tetap semangat dalam masa pandemik ini.

“Saya beri apresiasi setinggi-tinggi kepada para Guru yang sudah berusaha semaksimal mungkin agar proses belajar-mengajar dapat terjalin dengan baik. Tidak mudah menjadi guru di masa pandemik ini. Mereka (para guru) adalah pahlawan bangsa yang tidak pernah lelah, sekali pun penyesuaian perubahan mendadak di masa pandemik inj. Proses mencerdaskan anak banga tetap berjalan menuju Indonesia Maju. Saya titip kepada Pak Menteri untuk memperhatikan nasib para Guru ini,” tandas Azis.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

Previous articleDeklarasi Benny Wenda Makar, MPR: Pemerintah Harus Tindak Tegas
Next articleGantikan Luhut, Menteri KKP Ini Siap Terjun ke Lapangan