Komisi I Apresiasi TNI-BIN-Unair Hasilkan Obat Corona

Meutya Hafid
Meutya Hafid

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua Komisi I DRR, Meutya Hafid mendukung uji klinis obat Corona (COVID-19) hasil penelitian dari Universitas Airlangga (Unair), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Hasil penelitian ini menjadi salah satu kado bagi hari ulang tahun (HUT) ke 75 Republik Indonesia.

“Kami, tidak ada kata lain selain pertama mengapresiasi,” kata Muetya, Senin (17/8/2020).

“Dua hari lagi kita akan memperingati HUT RI ke 75 dan hari ini saya hadir bersama teman-teman Komisi I Pak Sukamta dan Pak Bobi. Pertama, kami terharu melihat hasil karya anak bangsa yang insya Allah menjadi salah satu obat COVID-19 temuan pertama di dunia,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu, tentu mendukung TNI AD dan BIN selaku mitra kerja Komisi I, serta kepolisian dan pihak terkait dalam pengembangan obat COVID-19.

“Ini karya anak bangsa yang selain kita apresiasi perlu kita dukung, dan beri kesempatan,” ucapnya.

Meutya berharap setelah laporan uji klinis fase 3 masuk, maka pemerintah, terutama BIN dan TNI AD dapat dengan cepat untuk menindaklanjutinya.

“Kita mungkin terus menerus bersembunyi dari COVID-19. Kita harus terus melawan bersama-sama dengan cara-cara, dengan protokol kesehatan, termasuk dengan temuan obat baru yang insya Allah bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

MUI Mendukung

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mendukung obat virus Corona (COVID-19) yang dikembangkan anak bangsa dari Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan TNI AD dan Badan Intelijen Negara (BIN) segera diberi izin produksi dan izin edar. Sehingga, obat tersebut bisa diedarkan di masyarakat.

COVID-19 temuan anak bangsa harus kita dukung penuh untuk mendapatkan izin produksi dan izin edar,” kata Abbas.

Menurut Abbas, obat COVID temuan tim gabungan Unair, BIN, dan TNI AD itu, merupakan sesuatu yang menggembirakan. Tak hanya itu, obat itu juga merupakan kebanggaan bagi negara Indonesia.

“Kita gembira karena dengan demikian bangsa kita, insyaallah, tentu akan dapat dengan cepat mengatasi krisis kesehatan COVID-19 yang benar-benar telah mengganggu ketenteraman hidup kita dalam 5 bulan terakhir,” kata Ketua PP Muhammadiyah itu.

Abas berpendapat, masyarakat Indonesia, bahkan dunia, akan tenang beraktivitas jika obat COVID telah ditemukan. Selain itu, roda ekonomi pun akan kembali berjalan normal.

“Hal itu tentu jelas sangat-sangat kita harapkan,” kata Abbas.

Sebelumnya, Wakil Ketua I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) KSAD Jenderal Andika Perkasa dan Wakil Ketua II Komite PCPEN Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menerima hasil uji klinis tahap ketiga obat Corona (COVID-19) dari Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih pada Sabtu, (15/8/2020).

Jenderal Andika Perkasa menyampaikan akan segera memproduksi obat Corona tersebut. Dia berencana memproses percepatan izin produksi obat kepada BPOM pada Rabu (19/9/2020).

“Jadi proses produksi rencana langsung kami eksekusi, walaupun kita akan tetap menyerahkan permohonan untuk izin edar obat yang sudah diselesaikan uji klinis tahap ketiganya. Hari Rabu saya menghadap Kepala BPOM dalam rangka secara resmi dukungan untuk percepatan izin. (Tunggu) izin edar saja,” tutur Andika.

Andika menyampaikan obat ini sudah memenuhi unsur sains. Namun belum ada nama obat tersebut.

“Berdasarkan penjelasan dari ketua tim pelaksana riset tadi, semuanya sudah memenuhi sains. Belum (nama obat),” terang dia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleKomisi X Minta Kemendikbud Tertibkan Situs Penyedia Pendidikan Daring
Next articleBI Rilis Uang Baru Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI Hari Ini