PMI Terlantar di Abu Dhabi, DPR Minta BP2MI-Garuda Tanggung Jawab

Melki Laka Lena
Melki Laka Lena

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi IX DPR RI memberi perhatian pada puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) yang terlantar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. DPR meminta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), maupun maskapai Garuda Indonesia untuk bertanggung jawab.

“Garuda bersama BP2MI dan Kedubes RI memastikan para PMI terlindungi sampai saat kepulangan nanti, bisa menginap dan pulang sesuai protokol kesehatan,” ucap Wakil Ketua Komisi IX, Melki Laka Lena, Senin (1/6/2020).

Menurut Melki, langkah pertama yang diambil oleh BP2MI merupakan langkah yang baik. Melki mengatakan akan memantau kasus ini hingga selesai atau PMI pulang ke Indonesia.

“Peran Pak Benny Rhamdani Kepala BP2MI berkomunikasi dengan PMI sebagai langkah awal baik, dan kami dari Komisi IX, bersama komisi terkait yang bermitra dengan BUMN, Komisi VI turut memantau dan memastikan para PMI kembali dengan selamat ke tanah air,” ucap Melki.

Sebelumnya, puluhan pekerja migran asal Indonesia (PMI) gagal terbang ke Tanah Air dari Abu Dhabi, padahal mereka sudah memesan tiket. PMI sudah menunggu di Bandara Abu Dhabi namun ternyata tidak ada jadwal penerbangan ke Jakarta.

Salah satu PMI bernama Sofyan menceritakan kejadian itu saat melakukan video call dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Minggu (31/5/2020). Sofyan menuturkan seharusnya rombongan PMI itu terbang pada Minggu 31 Mei 2020 pukul 2.50 waktu setempat menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Mendengar cerita itu, Benny akan menindaklanjuti laporan kejadian tersebut dan siap memfasilitasi para PMI dengan mencarikan tempat penampungan sementara.

Pihak Maskapai Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut. PMI dijadwalkan akan diterbangkan ke Indonesia pada Kamis (4/6/2020).

“Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan layanan penerbangan codeshare GA 9046/EY 474 rute Abu Dhabi-Jakarta yang turut menerbangkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang akan pulang ke Indonesia. Sebelumnya, penerbangan tersebut dijadwalkan akan diberangkatkan pada 31 Mei 2020 pukul 02.50 waktu setempat,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangan yang diterima, Minggu (31/5/2020).

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

Previous articleGunakan Pasal ‘Karet’ UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Next articleAP II Perpanjang Pembatasan Penerbangan di 19 Bandara Sampai 7 Juni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here