Ini Kata Menteri ESDM Terkait Realisasi Proyek 35.000 MW

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, PONTAS.ID – Program kelistrikan 35.000 Mega Watt (MW) telah berjalan 5 tahun sejak dicanangkan pada 2015, bertujuan untuk meningkatkan keandalan dan pemerataan kelistrikan di Indonesia. Lantas, bagaimana kabar program tersebut?

“Jadi yang sudah dalam status proyek sudah mencapai lebih dari 90% di mana sisanya aja nanti yang memang harus segera diproses supaya bisa dieksekusi,” papar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, Kamis (5/3/2020).

Dari energi listrik ini, menurut Arifin, kalau semua sudah terproduksi maka akan mengalami kelebihan suplai karena dulu asumsi pertumbuhan konsumsi listrik ada kilovolt 6,5% tetapi pada saat sekarang kondisinya tidak seperti itu.

“Nah tentu saja memang ini membutuhkan strategi-strategi baru, bagaimana bisa mengoptimalkan penyerapan listrik daripada sumber-sumber yang akan beroperasi, antara lain kita nanti akan mempercepat program elektrifikasi, semuanya bisa elektrifikasi. Elektrifikasi itu diharapkan tahun ini bisa 100%,” katanya.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, bagaimana bisa mengisi kebutuhan-kebutuhan listrik di industri-industri yang berada di level, di kawasan-kawasan industri agar jangan membangun listrik sendiri.

“Kemudian juga ada alternatif lain, antara lain, mengganti pembangkit-pembangkit yang sudah tua, yang tidak efisien, yang tidak ramah lingkungan dengan sumber-sumber yang baru,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Arifin, sesudah program 35.000 megawatt ini, semuanya akan berfokus kepada sumber-sumber energi baru dan terbarukan.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articleBanyak Manfaatnya, Trayek Tol Laut Ditambah Jadi 26
Next articleAda Corona di Taput, Ini Kata Nikson