Pertamina dan PLN Bakal Garap Proyek Pembangkit Listrik di Bangladesh

Menteri Perkeretaapian Bangladesh Nurul Islam Sujon (kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, berencana membawa dua perusahaan plat merah RI, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero), untuk menggarap proyek pembangkit listrik atau power plant di Bangladesh.

“Kita juga sedang me-review kerja sama Indonesia dengan Bangladesh mengenai pembangunan power plant di sana, yaitu ada Pertamina dan PLN,” kata Erick, saat bertemu dengan Menteri Perkeretaapian Bangladesh, Nurul Islam Sujon, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020).

Erick bilang, kerja sama bisnis sebenarnya sudah terjadi sejak lama khususnya di industri perkeretaapian. Erick menyebut, sejak 2005 Indonesia melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA telah mengekspor kereta ke negara tersebut dengan nilai mencapai USD181,6 juta.

“Ini bagian dari kita untuk mengembangkan industri perkeretaapian, namun tidak hanya fokus di dalam negeri, tetapi juga bisa menyuplai ke negara lain seperti Bangladesh,”kata Erick.

“Sekarang kita juga diberi kesempatan lagi untuk coba ikut tender 1.050 gerbong yang nilainya ratusan juga juga,” lanjutnya.

Menteri Kereta Api Bangladesh, Nurul Islam Sujon, mengatakan, Bangladesh dan Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam telah memiliki hubungan baik sejak lama.

“Hubungan kita dengan Indonesia adalah teman baik dan akan terus berlanjut dengan baik,” kata Nurul.

Lebih lanjut, Nurul berharap, kerja sama dengan Indonesia mampu mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Bangladesh.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articlePacu Ekspor, Kementan Dorong Terbentuknya Kawasan one region one variety
Next articleLegislator Desak LKBN Antara Laksanakan Anjuran Pemerintah