Foto Mahasiswi JMG UGM diblur, DPR: Jangan Rendahkan Martabat Perempuan

Ina Amania
Ina Amania

Jakarta, PONTAS.ID – Foto mahasiswi pengurus Jamaah Muslim Geografi (JMG) UGM di akun Twitternya @JMG_UGM ramai dibicarakan di media sosial. Sebab dalam postingan tersebut, foto mahasiswi yang menjadi pengurus JMG UGM disamarkan alias di-blur, sedangkan foto pengurus laki-laki tidak di-blur.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VIII DPR Ina Amania menilai, tindakan tersebut telah merendahkan martabat seorang perempuan.

“Jangan rendahkan martabat perempuan begitu dong, kampus perlu tindak tegas. Tidak ada pembenaran bagi tindakan membatasi akses perempuan di ruang publik,” kata Ina dalam keterangannya, Jumat (14/2/2020).

Politikus PDIP ini juga menilai bahwa jika hal seperti ini dibiarkan, dampaknya akan sangat berbahaya.

“Sekarang yang mencuat foto diblur, sehabis ini apa? Perempuan tidak boleh berbicara di muka umum? Tidak boleh akses jabatan publik? Diskriminasi itu namanya. Saya minta Kampus menindak dong, jangan jadi preseden buruk untuk HAM. Hak kita semua sama dilindungi Undang-Undang,” sesal legislator asal Jawa Timur ini.

Ina juga berharap masyarakat bisa aware terhadap isu gender seperti ini.

“Masyarakat harus juga kritis, kita harus jaga prinsip kesetaraan gender ini bareng-bareng. Jangan cuek dengan hak kita sebagai warga negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Akun Twitternya @JMG_UGM ramai dibicarakan di media sosial. Sebab dalam postingan tersebut, foto mahasiswi yang menjadi pengurus JMG UGM disamarkan alias di-blur, sedangkan foto pengurus laki-laki tidak di-blur.

Akun tersebut masih bisa diakses pada pagi hari tadi, Selasa (11/2/2020). Namun sejak siang ini, akun tersebut telah di-protect.

Foto yang jadi kontroversi di media sosial itu merupakan foto susunan kepengurusan JMG UGM. Tertulis dalam keterangan foto yang di-posting, “Inilah susunan kepengurusan JMG 1441-1442 H.” Foto tersebut di-posting pada Selasa (11/2/2020) lalu.

Salah satu akun yang mengomentari foto tersebut yakni Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Melalui akun Twitter miliknya yakni @AntoniRaja, dia menulis,”Fiqh apa yang mengajarkan foto perempuan harus diblur Gus @na_dirs @sahaL_AS @Ayang_Utriza.” Cuitan Toni ini mendapat puluhan respons dan balasan.

Saat dimintai konfirmasi terkait foto blur pengurus perempuan JMG UGM dan kontroversinya, Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan belum mengetahui secara jelas duduk perkaranya. Dia baru akan berkomunikasi dengan Direktorat Kemahasiswaan UGM.

“Ini pagi tadi ada yang tanya. Sekarang baru saya tanyakan ke Direktorat Kemahasiswaan. Saya juga belum tahu,” ujar Iva kepada wartawan di UGM siang ini.

Iva menjelaskan belum mengetahui alasan kenapa wajah pengurus perempuan JMG UGM diblur. Dia pun belum bisa berkomentar terlalu banyak mengenai hal tersebut.

“Saya belum bisa komentar soal itu karena nanti kita juga akan konfirmasi, kita tanyakan ke teman-teman mahasiswa,” bebernya.

Kasus seperti ini, lanjut Iva, sebelumnya belum pernah terjadi. Dia pun mengaku tidak mau berandai-andai untuk mengambil kebijakan sebelum ada komunikasi lebih lanjut.

“Kasus sebelumnya belum pernah dengar makanya ini saya akan komunikasikan ke Direktorat Kemahasiswaan dan komunikasikan ke mahasiswanya. Itu yang akan kita lakukan. Kita tidak bisa berandai-andai, kita komunikasikan dulu,” tegasnya.

Polemik ini bermula saat akun @JMG_UGM mengunggah susunan kepengurusan untuk periode 1441-1442 H. Dalam postingan itu wajah pengurus perempuan disamarkan sedangkan wajah pengurus laki-lali tidak disamarkan. Belum jelas apa yang mendasari hal tersebut.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here